Permintaan Hewan Kurban di Sumbar Turun Berkisar 30 Sampai 40 Persen di Masa Pandemi

Permintaan Hewan Kurban di Sumbar Turun Berkisar 30 Sampai 40 Persen di Masa Pandemi Ilustrasi Sapi Kurban di Mentawai (Foto: Septin)

Covesia.com - Tak lama lagi umat Islam akan melaksanakan hari raya Idul Adha. Tentunya akan ada pemotongan hewan qurban. Namun, di masa pandemi ini permintaan hewan kurban diperkirakan menurun hingga 30 sampai 40 persen di Sumatera Barat. 

"Kondisi sekarang diperkirakan menurun 30-40 persen. Kebutuhan kita sekarang total 30-35 ribu ekor di 2020," ungkap Kabid keswan dan kesmavet Zed Abbas saat ditemui di ruangannya, Senin (20/7/2020).

Lebih lanjut dikatakan Zed, pengurangan permintaan hewan kurban karena dampak perekonomian masyarakat di situasi Covid-19. Jika tahun 2019 lalu permintaan sampai di angka 50 ribu hewan kurban di Sumbar sekarang berkisar hanya 30 sampai 35 ribu hewan kurban. 

"Jumlah pemotongan hewan kurban di 2019 adalah 50 ribu ekor. Terdiri dari Sapi, Kerbau, dan Kambing," jelasnya. 

Sementara itu dikatakan Zed bahwa Sumbar memiliki jumlah sapi yang cukup banyak, sekitar 500 ribu ekor. Diantaranya akan disuplai untuk sapi kurban. 

Hewan kurban tersebut display dari berbagai daerah di Sumbar seperti Pesisir Selatan, Solok Selatan, Dharmasraya, 50 Kota, Agam, Pasaman Barat. Relatif sapi di Sumbar yang dibudiyakan sudah memiliki ukuran besar. 

Namun, untuk permintaan masih banyak yang kecil sesuai ekonomi masyarakat yang membeli. Sedangkan akan ada kemungkinan untuk suplay hewan kutban dari luar Sumbar seperti dari  lampung, Bengkulu. Hewan kurban cukup ketersediaan di Sumbar. Penyedia sudah siap, hanya saja kondisi pandemi. 

Hewan kurban akan diperiksa, jika sehat maka akan ada surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). "Bahkan untuk masuk  ke pasar ternak juga ada surat keterangan kesehatan," jelasnya.

Jika di tempat pengumpul, para medik sudah jalan sudah dilakukan pemeriksaan. Mereka yang memberikan surat keterangan kesehatan hewan. 

Kemudian untuk tata cara pemotongan hewan kurban nantinua akan dilakukan sesuai protocol covid. "Kita tetap berikan upaya semaksimal mungkin," ujarnya.

Dikatakan Zed sudah ada aturan dari gubernur untuk pelaksanaan pemotongan hewan ternak. Jadi untuk mengurangi jumlah berkumpul panitia pelaksana kurban yang telah ditunjuk dilengkapi protokol Covid, merekalah yang bekerja maksimal. 

"Kami berharap untuk distribusi daging kurban diantar ke rumah penerima, jadi tidak bagi kupon dan masyarakat yang jemput. Ini menghindari masyarakat untuk berkumpul," imbaunya.

(ila)


Berita Terkait

Baca Juga