25 Orang Calon Siswa Baru di Pessel Terancam Nganggur, Tokoh Masyarakat Mintak Optimalisasi Zonasi

25 Orang Calon Siswa Baru di Pessel Terancam Nganggur Tokoh Masyarakat Mintak Optimalisasi Zonasi SMA N 1 Sutera, Pesisir Selatan (Foto: Indrayean)

Covesia.com - Sebanyak 25 orang calon siswa baru yang telah mendaftar di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri I Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) terancam menganggur. 

Menurut informasi yang dihimpun Covesia.com di lapangan, terdapat 25 orang calon siswa baru yang mendaftar di SMAN I Sutera, melalui Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) terancam nganggur. 

Hal itu terjadi karena, sebabyak 25 orang siswa tersebut dinyatakan lulus melalui PPDB namun tidak bisa mendaftar ulang karena tidak online dalam penerimaan pendaftaran ulang di sekolah tersebut.

Terkait persoalan itu, tokoh masyarakat setempat Ikal Jonedi meminta, pihak sekolah untuk mengotimalisasikan kembali pendaftaran siswa baru melalui PPDB, terutama terkait zonasi wilayah siswa yang harus menjadi skala prioritas yang diterima.

Selain kepada pihak sekolah, Ikal juga meminta kepada pemerintah provinsi memberikan ruang dan memikirkan nasib 25 orang siswa ini, agar bisa diterima di sekolah tersebut. 

Sebab, jika tidak bisa diterima, maka mereka tarancam ngangur. Karena, mereka hanya mendaftar di SMAN I Sutera, dan tidak ada mendaftar di sekolah lain. 

"Sangat kita sayangkan jika mereka tidak bisa diterima di sekolah ini. Nanti, mereka akan menganggur karena mereka hanya mendaftar disatu sekolah ini," sebut Ikal Jonedi yang juga Anggota DPRD Kabupaten Pessel dari Dapil III pada Covesia.com, Senin (20/7/2020).

Kemudian kata Ikal, persoalan zonasi wilayah siswa yang sekolah. Kebanyakkan mereka saat ini yang terancam tidak bisa sekolah, memiliki zonasi wilayah terdekat di Sekolah dan rata-rata mereka juga berasal dari keluarga kurang mampu. 

"Untuk zonasi wilayah sekolah, mereka memiliki tempat tinggal paling dekat dari sekolah. Dan jika di luar wilayah maka mereka akan kesulitan persoalan biaya. Karena, rata-rata mereka dari keluarga kurang mampu," katanya.

Kendati demikian, ia berharap pihak sekolah dan pihak pemerintah melalui Dinas Pendidikan Provinsi, mencarikan solusi kepada 25 orang siswa ini. 

"Kita berharap kepada pihak sekolah dan dinas, mereka bisa diterima dan jangan sampai menganggur, dan jangan sampai regulasi dan aturan mengikat sehingga mereka tidak bisa terselamatkan pendidikannya," harapnya.

Secara terpisah, Kepala Sekolah SMAN I Sutera, Ali mengatakan, sebenarnya persoalan itu terjadi pada 175 orang siswa yang masuk zonasi. Namun, dari 175 itu sudah disebar ke sekolah lain. 

"Tetapi, masih ada yang tinggal sebanyak 25 orang siswa lagi, yang belum diterima disekolah ini, dan mereka juga tidak melakukan pendaftaran disekolah lain," katanya.

Menyikapi persoalan itu, saat ini pihak komite dan sekolah sedang berupaya ke Dinas Pendidikan Provinsi. "Sedang kita upayakan ke dinas, muda-mudahan mereka bisa diterima," ucapnya.

Ia menerangkan, sebenarnya persoalan ini, terjadi saat penerimaan pertama terhadap 235 orang siswa baru yang diterima berdasarkan zonasi wilayah terdekat. 

Namun, dari jumlah itu terdapat 25 orang siswa yang dinyatakan lulus tidak melakukan pendaftaran ulang atau login melalui situs web PPDB. 

"Karena ada pendafatran ulang dan mereka harus login kembali. Tapi mereka tidak login. Jadi dengan demikian mereka tidak lulus. Sedangkan mereka mengira sudah lulus PPDB tanpa harus kembali login mendaftar ulang,"jelasnya

Selain itu tambahnya, persoalan itu juga terjadi karena situs web PPDB seringnya terjadi eror atau masalah saat lagin. 

"Sebenarnya kita sudah membantu melalui operator atau panitia penerimaan siswa. Tapi, ada juga yang eror saat lagin sehingga ada beberapa yang tidak di online kan," tutupnya.

(ind)

Berita Terkait

Baca Juga