Bebas Karena Asimilasi, Raja Jambret di Payakumbuh Kembali Dibekuk Polisi

Bebas Karena Asimilasi Raja Jambret di Payakumbuh Kembali Dibekuk Polisi Si Raja Jambret saat diamankan di Mapolres Payakumbuh, Senin (20/7/2020)(Foto: dok.humas)

Covesia.com - Tak jera akan jeruji besi, raja jambret Kota Payakumbuh, Angga (29) kembali beraksi setelah bebas karena program Asimilasi pemerintah pada April 2020 silam. Dalam dua bulan, Angga berhasil menjambret puluhan korban. Terakhir, seorang Dokter RSUD Adnan WD harus mengalami bahu kanannya patah karena terjatuh dari sepeda motor karena Dijambret Angga. 

Informasi yang berhasil dihimpun Covesia.com, Raja Jambret Payakumbuh ini dibekuk di Kubang Putih, Banuhampu, Kabupaten Agam, Jumat (17/7/2020). Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki kanannya setelah pria beralamat di Padang Tiaka, Payakumbuh Timur ini mencoba melawan dan melarikan diri.

Saat diperlihatkan Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan bersama Wakaplres Kompol Jerry dan Kasat Reskrim AKP M Rosidi kepada wartawan, Senin siang (20/7/2020), Angga hanya bisa pasrah duduk di atas kursi roda yang didorong petugas. Bekas luka tembaknya terlihat masih menyisakan rasa sakit.

Angga merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor dan baru tiga bulan lepas dari LP Muaro Padang. Namun, baru keluar dari penjara, Angga sudah beraksi kembali.

“Pelaku adalah residivis kasus pencurian. April keluar dari LP Muaro Padang, Mei langsung beraksi. Sampai Juli ini,  pelaku sudah melakukan penjambretan puluhan TKP dan 9 TKP di wilayah hukum Polres Payakumbuh,” kata Kapolres Payakumbuh kepada wartawan.

Dia menjelaskan,  dari 9 TKP penjambretan yang dilakukan tersangka, baru 5 TKP yang ada laporan polisinya atau dilaporkan korban kepada polisi.

Dengan rincian, 3 laporan masuk ke Polres Payakumbuh, 1 laporan masuk ke Polsekta Payakumbuh, dan 1 laporan diterima Polsek Luhak.

“Sedangkan untuk 4 TKP lain, belum ada laporan polisinya. Melalui konferensi Pers ini kami berharap bantuan kawan-kawan menginformasikan kepada masyarakat yang menjadi korban penjambretan di 4 lokasi ini melapor ke Polres Payakumbuh,” ujar Dony Setiawan.

Menurut Dony, 4 TKP penjambretan yang dilakukan Angga yag belum ada laporan polisinya adalah penjambretan di Jalan Khatib Sulaiman, dekat lapangan Saribulan, Sawah Padang, Payakumbuh Selatan. Kemudian penjambretan di Payobasuang, Payakumbuh Timur, serta dua penjambretan di Kelurahan Ibuah, Payakumbuh Barat.

Sedangkan 5 TKP penjambretan yang dilakukan Angga dan sudah ada laporan polisinya, seluruhnya berada di wilayah hukum Polres Payakumbuh. Namun, korbannya tidak hanya warga Payakumbuh, tapi juga warga Kabupaten Limapuluh Kota. Termasuk dr Yosi Susan yang tercatat sebagai warga Padang Rantang, Koto Tuo, Kecamatan Harau.

“Sasaran pelaku, memang kelompok rentan, khususnya wanita yang membawa tas di sepeda motor. Pelaku dalam aksinya bermain tunggal atau single fighter. Yang paling viral dari aksi pelaku adalah saat menjambret tas milik dokter yang bertugas di RSUD dr Adnaan WD Payakumbuh,” ujar Dony.

Akibat penjambretan itu, dr Yosi Susan tidak hanya kehilangan tas, tapi juga tejatuh dan terseret sepeda motor di atas aspal.

“Bahunya patah. Pembuluh darahnya pecah dan putus. Petugas medis ini juga mengalami luka di tulang pipi,” kata Dony.

Polres Payakumbuh memastikan akan terus mendalami kasus penjambretan yang dilakukan Angga ini.

 “Kami dari Polres mengimbau warga Payakumbuh dan sekitarnya, jangan membuka peluang dari pelaku kejahatan. Jika membawa tas dengan kendaraan, simpan tas itu di tempat aman.  Jangan pula gunakan handphone saat berkendara.” katanya.

(agg) 

Berita Terkait

Baca Juga