Kejari Bukittinggi Musnahkan Barang Bukti Narkoba dan Kosmetik

Kejari Bukittinggi Musnahkan Barang Bukti Narkoba dan Kosmetik Pemusnahan BB di Kejari Bukittinggi, Senin (20/7/2020)(Foto: Debi)

Covesia.com - Kejaksaan negeri (Kejari) Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) memusnahkan sejumlah barang bukti narkotika dan kosmetik, Senin (20/7/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri Bukittinggi, Sukardi menyampaikan pemusnahan barang bukti ini berdasarkan surat perintah kepala Kejaksaan Negeri Bukittinggi Nomor : Print-661/N.3.11/Euh.3/07/2020 Tanggal 16 Juli 2020.

"Barang bukti yg dimusnahkan yaitu barang bukti perkara narkotika dan barang bukti perkara kesehatan yang tidak memiliki izin edar periode Januari hingga Juni 2020 yang telah ingkrah di pengadilan negeri Bukittinggi," katanya.

Adapun barang bukti narkotika yang dimusnahkan yakni narkotika jenis ganja seberat 3.152,58 gram (tiga ribu seratus lima puluh dua koma lima puluh delapan gram), narkotika jenis sabu seberat 81,79 ( delapan puluh satu koma tujuh puluh sembilan gram) dan ekstasi sebanyak 4 ( empat) butir seberat 1,12 ( satu koma dua belas gram).

"Barang bukti tersebut merupakan penyelesaian terhadap 44 perkara narkotika dengan terpidana sebanyak 55 orang terpidana," ungkapnya.

Sedangkan barang bukti perkara kesehatan berupa kosmetik ilegal yang tidak memiliki izin edar, diantaranya 13 karton / dus berisi berbagai macam alat kosmetik ilegal seperti eye shadow, lipstik, pensil mata, pensil alis, bulu mata, cat kuku dan lainnya.

"Ini merupakan penyelesaian dari 2 perkara kesehatan dengan jumlah terpidana sebanyak 2 orang terpidana," sebutnya.

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Irwandi, pada kesempatan tersebut menyampaikan pemusnahan barang bukti itu menjadi komit pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran narkoba.

"Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak terkait namun juga menjadi tanggung jawab kita semua, baik orangtua, keluarga, lingkungan dan pemerintah," jelasnya.

Ia menambahkan kedepannya bagaimana pemerintah bisa menjadikan generasi baru calon pemimpin di masa depan tanpa harus dipengaruhi oleh perusak generasi muda.

(deb)

Berita Terkait

Baca Juga