Sempat Tak Indahkan Panduan Kemendikbud, Pemkab Pessel Kembali Tiadakan Proses Belajar Tatap Muka

Sempat Tak Indahkan Panduan Kemendikbud Pemkab Pessel Kembali Tiadakan Proses Belajar Tatap Muka Surat edaran Bupati Agam

Covesia.com - Sempat tidak mengindahkan panduan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, kembali mentiadakan proses belajar mengajar tatap muka di tingkat sekolah dasar (SD) dengan proses daring. 

Sebelumnya diketahui, Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, membuat kebijakan dengan kembali memulai proses belajar mengajar secara tatap muka pada Senin kemarin (13/7/2020), baik ditingkat SMP, SD dan Paud. 

Sementara, dalam panduan Kemendikbud dijelaskan, pembukaan sekolah dimulai paling cepat Juli 2020 untuk SMP dan SMA sederajat.

Sedangkan untuk SD paling cepat dilaksanakan September 2020.

Seterusnya, tingkat SD paling cepat dimulai September di masa transisi dan November untuk masa kebiasaan baru.

Terakhir untuk PAUD, paling cepat dimulai pada November 2020 (masa transisi) dan Januari 2021 (masa kebiasaan baru).

Akan tetapi, karena dapat kritikan dan saran dari berbagai pihak, Pemkab Pessel, kembali mengadakan proses belajar melalui dering terutama untuk tingkat sekolah dasar (SD). 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pessel, Suhendri kembali mengumukakan, adanya perubahan, berdasarkan evaluasi terkait proses belajar mengajar ditingkat SD. 

"Berdasarkan hasil tinjauan, sekolah dasar SD kembali ditutup dan belajar secara daring. Dan itu sudah diputuskan melalui SE Bupati,"sebutnya saat dihubungi wartawan Selasa (14/7/2020). 

Selain itu, perubahan keputusan perubahan itu, juga berdasarkan beberapa masukkan dari provinsi dan pihak Kemendikbud. 

"Sesuai instruksi Kemendikbud untuk panduan pembelajaran tatap muka di daerah zona hijau dilakukan secara bertahap. Di antaranya SMP dan SMA sederajat dimulai paling cepat Juli 2020, dan setingkat SD paling cepat September 2020," ujarnya.

Ia menjelaskan, adanya keputusan untuk memulai siswa SD dengan pembelajaran tatap muka, karena ada beberapa alasan. Karena selain, dikatakan daerah zona hijau, daerah tersebut tidak lagi ada kasus baru.

"Tapi, bupati mengatakan, kalau ada apa-apa, harus ditinjau kembali. Sesuai juga masukan dari berbagai pihak, dari Kementerian, dan dari Gubenur. Maka saat ini, SD kembali daring," terangnya.

Kendati demikian, untuk setingkat SMP, tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan surat edaran yang telah dikeluarkan sebelumnya.

Diketahui, surat edaran tersebut bernomor 420/1608/Disdikbud/2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Pembelajaran 2020/2021 di Masa Normal Baru, tanggal 10 Juni 2020.

"SMP tetap dengan belajar tatap muka tiga hari dalam seminggu, dengan sistem shif maksimal satu kelompok 15 orang," tutupnya.

(ind)

Berita Terkait

Baca Juga