Menuju Top 45, Walikota Bukittinggi Presentasikan Sekolah Keluarga

Menuju Top 45 Walikota Bukittinggi Presentasikan Sekolah Keluarga Sumber: Humas Pemko Bukitinggi

Covesia.com - Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias didampingi Sekretaris Daerah, Asisten I dan III, Ketua TP PKK dan SKPD terkait, mempresentasikan Sekolah Keluarga di hadapan tim panelis independen Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) sebagai tahapan wawancara melalui zoom meeting di Bukittinggi Command Center, Selasa (14/7/2020).

Kota Bukittinggi menuju Top 45 dalam inovasi pelayanan publik tahun 2020 setelah berhasil masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 dengan inovasi Sekolah Keluarga yang merupakan hasil seleksi dari 2.250 proposal inovasi yang terdiri dari 2.126 proposal kelompok umum, 33 proposal kelompok replikasi dan 91 proposal kelompok khusus.

Di hadapan tim panelis independen yang dimoderatori oleh JB. Kristiadi, Ramlan Nurmatias menjelaskan secara gamblang munculnya inovasi Sekolah Keluarga yang berawal dari ide ketua TP PKK sebagai jalan keluar untuk menjawab tingginya persoalan sosial di masyarakat. 

Di samping itu, juga sebagai menjawab kekhawatiran atas beratnya beban bonus demografi yang akan dihadapi pada tahun 2045 mendatang.

“Sekolah Keluarga merupakan wadah untuk mendidik anggota keluarga dalam mengembalikan fungsi keluarga agar ketahanan keluarga menjadi kuat, sakinah, mawaddah dan warrahmah sehingga keluarga tidak mudah terjerumus kedalam permasalahan sosial dan sekaligus memutus mata rantai berbagai permasalahan sosial tersebut,” jelas Ramlan. 

Ramlan juga menjelaskan dampak positif dari Sekolah Keluarga yang dirasakan di tengah masyarakat secara signifikan seperti pada tahun 2017 terjadi kekerasan terhadap anak sebanyak 42 kasus pada tahun 2019 menjadi 24 kasus, kriminalitas pada tahun 2017 sebanyak 434 kasus pada tahun 2019 menjadi 275 kasus, Balita stunting pada tahun 2017 sebanyak 24,4% pada tahun 2019 menjadi 17,4% begitu pun dengan menurunnya angka perceraian, menurunnya kasus HIV/AIDS, dilaksanakan isbat nikah kepada sejumlah pasangan yang perkawinannya belum memperoleh legalitas dan di samping itu dengan Sekolah Keluarga telah memunculkan 20% pada tahun 2019 wirausaha baru.

Menanggapi ini, salah seorang panelis R. Siti Zuhro mengapresiasi dan mendorong Sekolah Keluarga menjadi semacam upaya untuk membangun "smart people" yang lebih terintegrasi yang tentunya bernuansa kearifan lokal yang kuat. 

“Kalau ini bisa dibangun lalu menyertakan kebersamaan "botton up" masyarakat inovasi ini kita harapkan bisa lolos ikut kompetisi di level internasional, karena syarat dengan kearifan lokal, budaya lokal dan local values-nya,” terang Siti Zuhro.

Senada dengan Siti Suro panelis, Rudy S dari KASN mengatakan bahwa Sekolah Keluarga ini merupakan inovasi yang luar biasa, bisa memberikan pembelajaran bagaimana menjadi seorang ayah, menjadi seorang ibu dan bagaimana menjadi seorang anak. Ini suatu hal yang penting. 

“Berdasarkan pengalaman saya pribadi untuk menjadi seorang ayah dan suami hanya bisa dengan sendirinya, ini suatu nuansa yang sangat baik Sekolah Keluarga kita jadikan sebuah pembelajaran yang komprehensif dan menyeluruh sehingga seseorang siap menjadi seorang suami, ayah maupun sebagai anak, saya percaya Negara yang hebat itu membutuhkan keluarga yang kuat,” ungkapnya.

Kemudian setelah para panelis mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dijawab denga lugas oleh Ramlan Nurmatias, acara diakhiri dengan sesi wawancara oleh Humas KemenPAN-RB. 

(ril)

Berita Terkait

Baca Juga