Soal Pembelajaran Daring, Sumbar Butuh Puluhan Mobil VSAT Untuk Zona ''Blankspot''

Soal Pembelajaran Daring Sumbar Butuh Puluhan Mobil VSAT Untuk Zona Blankspot Ilustrasi - Puluhan Mobil Pusat Internet Kecamatan (MPLIK) terparkir di Jalan Usaha Bersama, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Jumat (20/5/2016). Sumber: Dok Foto Antara

Covesia.com - Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Sumbar, Jasman Rizal mengatakan untuk mengantisipasi jaringan internet bermasalah saat pembelajaran daring, khususnya di daerah 3T maka dibutuhkan lebih dari 20 mobil VSAT. 

"Kami dan Pak Wagub serta tim percepatan menemukan di daerah 3T dan non 3T masih banyak blank spot. Nah dalam kondisi sekarang, perlunya pembelajaran secara daring tanggungjawab kita sebagai pemerintah bagaimana supaya pembelajaran tidak terhalang," ungkap Jasman kepada wartawan saat ditemui seusai konferensi pers di Dinas Pendidikan Sumbar, Senin (13/7/2020).

Menurutnya, di Sumbar, cukup banyak daerah "blankspot" internet. Untuk mengatasinya, dibutuhkan mobil VSAT/satelit untuk memenuhi kebutuhan jaringan itu. 

Dia mencontohkan, seperti di Kepulauan Mentawai, cuaca dan udara sangat berpengaruh di sana, sehingga tidak bisa menggunakan sistem jaringan kabel. 

"Memakai mobil VSAT memanfaatkan satelit akan memudahkan pembelajaran daring," ujarnya. 

Selain itu, ada sejumlah daerah perbatasan Sumbar yang juga membutuhkan mobil VSAT.

"Kita menggunakan mobil VSAT di perbatasan Rao, lalu Solok Selatan, karena hanya satu yang aktif harus berpindah-pindah," ungkapnya. 

Untuk saat ini, pihaknya baru memiliki tiga mobil VSAT, namun hanya satu yang bisa digunakan. 

"Kita mengajukan kepada Kemenko Maritim dan Kominfo bisa membantu sehingga pembelajaran di daerah 'balnkspot' tidak terganggu," pungkasnya. 

(hms.sumbar/ila/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga