Diduga Diserang Macan Dahan, Tujuh Ekor Kambing Warga di Lubuk Alung Mati Mengenaskan

Diduga Diserang Macan Dahan Tujuh Ekor Kambing Warga di Lubuk Alung Mati Mengenaskan Tampak 7 ekor bangkai kambing diduga setelah diserang Macan dahan, Sabtu (11/7/202)(Foto: fb Ajib Pratama)

Covesia.com - Warga Surantih, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) dibuat geger pada Sabtu (11/7/2020) kemarin. Pasalnya tujuh ekor kambing milik warga di daerah itu, ditemukan mati misterius di dalam kandang dengan kondisi mengenaskan.

Peristiwa tersebut diupload oleh akun media sosial atas nama Ajib Pratama yang mengunggah beberapa foto lengkap disertai narasi sebagai berikut "Assaalmmualaikum sanak,,,dulu di Padang Paru jo Gantiang,,kini harimau tu alah tibo lo di Surantiah Lubuak Aluang,,,lah mati lo kambiang 7 ikua dek nyo".

Belum diketahui penyebab pasti dari kematian tujuh ekor kambing tersebut. Namun, melihat banyaknya luka bekas cakaran dan gigitan pada ketujuh kambing tersebut, masyarakat sekitar menduga kematian itu diduga serangan harimau.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Padang Pariaman, Andrik menyebutkan, berdasarkan analisa pihaknya yang sudah mendatangi lokasi kejadian, diduga kambing tersebut mati diterkam satwa liar yaitu Macan Dahan. 

"Itu berdasarkan analisa kami setelah melihat dari jejak kaki satwa liar tersebut, di lokasi kejadian. Kambing tersebut diterkam Macan Dahan," ungkap Andrik saat dihubungi covesia.com pada Minggu (12/7/2020) sore. 

Lanjut Andrik, kalau berapa jumlah satwa terebut saat beraksi, pihaknya belum bisa memastikannya. 

"Sebab dengan medan permukaan tanah yang basah, dan berumput, membuat kami sulit mengidentifikasi jejaknya," ucapnya. 

Andrik mengatakan, saat ini pihaknya sudah memasang perangkap di sekitar lokasi penemuan jejak kaki diduga Macan Dahan tersebut. 

"Kami sudah pasang perangkap di lokasi penemuan jejak kaki diduga Macan Dahan tersebut. Muda-mudahan satwa liar itu bisa diselamatkan, sehingga masyarakat menjadi aman," ungkapnya. 

Andrik juga mengimbau, agar masyarakat tidak panik, kemudian kewaspadaan harus ditingkatkan terutama menjelang pagi dan sore hari. Karena itu jam berburunya satwa liar. 

"Kami juga menyampaikan imbauan itu kepada pihak pemerintah nagari dan bhabinsa serta Bhabinkamtibmas," ujarnya.

(per/don)

Berita Terkait

Baca Juga