Kelas Sekolah SMA Ditambah, Dewan Pendidikan Padang Panjang Apresiasi Wako Fadly Amran

Kelas Sekolah SMA Ditambah Dewan Pendidikan Padang Panjang Apresiasi Wako Fadly Amran Dalius Radjab anggota Dewan Pendidikan Padang Panjang, (Foto: Ist)

Covesia.com - Masyarakat Kota Padang Panjang, Sumbar kini sudah bisa bernafas lega, seiring dengan adanya tambahan kelas, yang telah diupayakan Walikota Fadly Amran kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sebanyak tiga kelas, dengan kapasitas sekitar 90 orang.

Demikian disampaikan Dalius Radjab anggota Dewan Pendidikan Padang Panjang, Sabtu pagi (11/7/2020). Dalam hal ini Dalius juga mengapresiasi kepedulian Walikota Fadly Amran yang sangat perhatian terhadap warganya di masa penerimaan murid baru dengan sistem online sekarang ini.

Dalius yang mantan pejabat Dinas Pendidikan Padang Panjang ini mengatakan, bahwa sebenarnya daya tampung sekolah SMA dan SMK yang ada di Padang Panjang telah cukup untuk menampung lulusan SMP dan MTSN yang ada di Padang Panjang tahun ini. Karena itu, katanya, orang tua wali murid tidak perlu risau untuk menyekolahkan anak mereka.

Menurutnya, saat ini lulusan SMP dan MTSN yang ada di Padang Panjang berjumlah 1.300 orang. Sedangkan  daya tampung SMA 1, SMA 2 dan SMA 3  serta SMK 1 dan SMK 2 berjumlah 1.379 orang. Dengan perincian daya tampung SMA  679 (belum termasuk tiga kelas yang ditambah) dan daya tampung SMK 700 orang.

"Jika separuh dari peserta didik baru memanfaatkan SMK yang ada di Padang Panjang untuk melanjutkan pendidikan,  maka semuanya bisa diatasi," kata Dalius.

Ditambahkan Dalius, orang tua dan peserta didik harus bijak melihat peluang masa depan. Negara saat ini sangat membutuhkan tenaga kerja tingkat menengah. 

"Tentu peluang ini ada tamatan SMK. Ketika ekonomi orang tua kurang mampu dan kemampuan akademis anak sedang sedang saja, tentu sekolah yang cocok adalah SMK. Dalam 3 tahun proses sudah bisa berkarir di dunia usaha dan dunia industri," ungkapnya. 

Sebalik itu, katanya, bila daya dukung ekonomi orang tua sehat dan daya belajar anak kuat, maka SMA yang cocok. Sebab, sasarannya masuk perguruan tinggi.

Dalam hal ini sambungnya, selaku dewan pendidikan kota, pihaknya mengajak alur berfikir orang tua dan peserta didik harus jeli  menentukan pilihan sekolah, sesuai dengan kemampuan dan peluang yang ada.

(hms/sumbar/deb)

Berita Terkait

Baca Juga