KPM yang Ada di Kota Pariaman Sudah Bisa Cairkan Bantuan Sembako di e-warung

KPM yang Ada di Kota Pariaman Sudah Bisa Cairkan Bantuan Sembako di ewarung Saat Walikota Pariaman memberikan program sembako kepada KPM secara simbolis

Covesia.com - Sebanyak 3.089 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ada di Kota Pariaman, sudah bisa mencairkan program sembako di e-warung yang ditunjuk oleh pemerintah di kota tersebut. 

"Sudah bisa dicairkan Kamis (9/7/2020) kemaren," kata Walikota Pariaman, Genius Umar pada Jumat (10/7/2020).

Genius menyebutkan, program sembako tersebut tersebar di empat kecamatan yang ada di Kota Pariaman, dan pengambilannya di e-warong yang sudah ditunjuk pemerintah kota tersebut. 

Rinciannya kata Genius, untuk Kecamatan Pariaman Tengah sebanyak 653 KPM, yang bisa diambil di e-warong Harapan Saiyo di Kelurahan Jalan Baru.

Sedangkan di Kecamatan Pariaman Selatan sebanyak 674 KPM dan tempat pengambilannya di e-warong Baledang di Desa Sikabu. Selanjutnya untuk Kecamatan Pariaman Timur ada sebanyak 662 KPM dan bisa diambil di e-warong Sabiduak Sadayuang di Desa Kampung Baru Padusunan.

Terkahir untuk Kecamatan Pariaman Utara ada sebanyak 1.100 KPM dan tempat pengambilannya di e-warong Tigo Sapilin di Desa Sikapak Barat.

Genius mengatakan, tahun ini salah satu program Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos), yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) telah dirubah menjadi Program Sembako, dimana para KPM nanti akan mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Dimana kartu itu sama dengan yang digunakan oleh Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mengambil cash di ATM ataupun di bank, dan mereka mengambilnya di e-warong yang ada di Kecamatan penerima KPM.

"Bantuan itu bertujuan mengurangi beban pengeluaran KPM melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan," ujarnya. 

Lanjut Genius, diharapkan bantuan itu dapat memberikan gizi yang lebih seimbang kepada para KPM, meningkatkan ketepatan sasaran, waktu, jumlah, harga, kualitas, dan administrasi.

Dikatakannya, program sembako ini adalah program dari Kementerian Sosial, dimana sejak bulan Maret 2020, setelah wabah Covid-19 melanda, menambah indeks bantuan sebesar Rp. 50.000 setiap KPM disetiap bulannya. 

"Sehingga dari semula Rp150.00 setiap KPM satu bulannya, sejak Maret lalu menjadi Rp.200.000," jelasnya.

(adv/per)

Berita Terkait

Baca Juga