Masuk Zona Kuning Covid-19, PBM di Agam Dilaksanakan Secara Daring dan Luring

Masuk Zona Kuning Covid19 PBM di Agam Dilaksanakan Secara Daring dan Luring Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Agam, Isra (Foto: Ist)

Covesia.com - Pemerintah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menunda Proses Belajar Mengajar (PBM) disekolah pada tahun ajaran baru 2020/2021 mendatang di daerah itu.

Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Agam, Isra mengatakan penundaan PMB di sekolah merupakan keputusan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Provinsi Sumbar karena Kabupaten Agam dinyatakan masuk dalam zona kuning penyebaran Covid-19.

Hal itu disebabkan karena adanya penambahan satu kasus positif Covid-19 pada masa penerapan kenormalan baru (New Normal).

Untuk itu kedepannya PMB tetap dilaksanakan secara jarak jauh melalui dalam jaringan (Daring) dan luar jaringan (Luring) hingga kondisi memungkinkan untuk belajar di sekolah.

"PBM secara Daring atau Luring itu disiapkan dengan dua skenario. Skenario pertama bagi daerah memiliki jaringan internet yang memadai dan siswa serta orang tua murid memiliki android. Sementara itu skenario kedua bagi wilayah yang ada ataupun tidak memiliki jaringan, dan siswa dan orang tua murid tidak mempunyai android atau guru kurang terampil, pembelajaran jarak jauh dapat melalui Luring," ujarnya Kamis (9/7/2020).

Bentuk pembelajaran Luring dilakukan dengan cara memberikan tugas melalui dokumen portofolio dengan mengumpulkan karya anak dan bisa juga menyaksikan pembelajaran di siaran TVRI.

“Bagi yang menggunakan metode ini, anak didik diberikan izin datang ke sekolah untuk mengantarkan tugas dengan menerapkan protokol kesehatan. Bisa jadi nanti akan dibagi jadwalnya supaya tidak terjadi penumpukan di sekolah,” tutupnya.

(jhn)

Berita Terkait

Baca Juga