Harga Meningkat, Permintaan Hewan Qurban di Agam Tetap Tinggi

Harga Meningkat Permintaan Hewan Qurban di Agam Tetap Tinggi Foto: Johan/ Covesia

Covesia.com - Jelang hari raya Idul Adha 1441 Hijriyah, Permintaan hewan ternak untuk qurban di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tetap tinggi.

Salah seorang penyedia hewan qurban di Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Afriadi mengatakan, saat ini para pedagang ternak cukup kesulitan memenuhi permintaan sapi dan kambing untuk qurban. 

Minimnya pasokan peternakan di Sumatera Barat memaksa mereka mencari hewan layak qurban ke Provinsi Sumatera Utara, Bengkulu dan Lampung.

"Kita sudah cari pesanan ke masyarakat dan pasar ternak di Payakumbuh, Batusangkar dan Solok, namun belum juga mencukupi sehingga harus mencari tambahan sapi dan kambing ke Medan, bengkulu dan lampung," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com, Selasa (7/7/2020).

Menurut Afriadi tingginya permintaan disebabkan adanya penundaan keberangkatan haji dan umroh disebabkan pandemi Covid-19 yang sedang melanda, sehingga banyak calon jemaah haji (CJH) yang mengalihkan dana tersebut untuk berqurban.

Sementara itu disinggung masalah harga, Afriadi mengaku harga jual sapi dagangannya meningkat dari tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan banyaknya permintaan, tidak hanya itu jauh dan sulitnya bahan bakar untuk penjemputan ke luar daerah juga berpengaruh kepada harga jual sapi dan kambing.

Untuk tahun ini kambing kami jual dengan harga Rp 1,5 juta sampai Rp 3juta sedangkan sapi layak qurban dijual dengan kisaran harga Rp 13juta hingga 23juta. Perbedaan harga jual dilihat dari usia dan bobot hewan ternak.

"Ternak yang kami jual semuanya sudah di seleksi ketat, bukan hewan betina produktif dan selalu diperiksa oleh petugas Dinas Pertanian Agam," tutupnya.

(jhn)

Berita Terkait

Baca Juga