Sejumlah Kelompok Masyarakat Mentawai Gelar Aksi Solidaritas Terhadap Kasus Kekerasan Seksual

Sejumlah Kelompok Masyarakat Mentawai Gelar Aksi Solidaritas Terhadap Kasus Kekerasan Seksual Tampak sejumlah kelompok masyarakat di Kepulauan Mentawai melakukan Gelar Aksi Solidaritas Terhadap Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di daerah itu, Kamis (2/7/2020)(Foto: Septin)

Covesia.com - Kematian salah seorang korban kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur (KL) di Kepulauan Mentawai menjadi momentum yang menarik perhatian banyak pihak dan menuai aksi Solidaritas dan keprihatinan sejumlah tokoh dan kelompok masyarakat di daerah itu.

Sedikitnya, 22 lembaga atau aliansi yang tergabung dalam Koalisi Anti Kekerasan terhadap perempuan dan anak menyatakan pernyataan sikap yang disampaikan di tugu Sikerei Km.9 Sipora utara, Kamis (2/7/2020).

"Kami berharap penegakan hukum dilakukan sesuai aturan yang berlaku, jika tidak, akan dilakukan hal yang lebih besar lagi," ujar Koordinator Koalisi Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Nikanor Saguruk.

Beberapa hal yang menjadi pernyataan sikap koalisi tersebut diantaranya, meminta kepada Polres dan Kejaksaan Negeri Tuapejat untuk mengusut tuntas kasus KL dan kasus-kasus serupa. Terkait kasus KL aliansi tersebut meminta penelusuran lebih jauh termasuk kepada pihak Panti Asuhan yang menaungi korban selama berada di Padang dan menjadi momentum penertiban serta pengawasan atas izin-izin lembaga atau panti-panti asuhan yang merekrut atau menampung anak-anak Mentawai selama ini.

Selanjutnya mendesak Pemerintah menyediakan rumah aman/rumah singgah dan tenaga psikolog yang memadai untuk mendampingi korban hingga pulih dari trauma. 

Selanjutnya mereka meminta agar Pemerintah dan DPRD Mentawai menyediakan anggaran yang cukup untuk transportasi, akomodasi, dan pendampingan hukum selama proses hukum.

Kemudian, mendesak Dinas terkait membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di kabupaten, kecamatan, dan desa serta dukungan pendanaan operasional dan peningkatan kapasitas.

Selain itu, meminta prasyarat dan regulasi Kabupaten Ramah Anak digagas dan diterbitkan, meminta tokoh masyarakat peduli dan terlibat aktif dalam advokasi kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, serta terbuka memberikan informasi dan melaporkan kekerasan seksual yang terjadi di sekitarnya.

"Lembaga berkomitmen mengawal penanganan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak dan terbuka membangun kerjasama dengan berbagai pihak," kata Niko.

Aksi tersebut dihadiri oleh Wakapolres Mentawai, Kasat Reskrim, Kasat Intel, Pol PP, tenaga medis RSUD, dan peserta dari aliansi lembaga masyarakat.

Wakapolres Mentawai, Kompol Maman Rosadi menyampaikan dukungan akan penuntasan kasus-kasus tersebut. Ia juga mengapresiasi aksi berjalan damai dan tertib.

Kegiatan tersebut juga diringi doa bersama, menyalakan lilin, dan penandatanganan dukungan solidaritas terhadap kasus kekerasan seksual.

Kontributor: Kornelia Septin Rahayu


Berita Terkait

Baca Juga