Fakhrizal, Sosok Jenderal yang Merakyat dan Dirindukan Masyarakat

Fakhrizal Sosok Jenderal yang Merakyat dan Dirindukan Masyarakat Fakhrizal bersama masyarakat dalam suatu kesempatan.

Covesia.com - Bagi masyarakat Sumatera Barat, siapa yang tidak kenal dengan sosok Irjen Pol Fakhrizal. Seorang jenderal polisi berdarah Minang. Lahir di Bukittinggi, 26 April 1963, berkampung halaman di Kamang, Kabupaten Agam. 

Namanya begitu tersohor di telinga masyarakat.Mereka yang hidup di sela-sela bukit barisan, cukup elok mengenal sosok Kapolda Sumbar yang menjabat sejak tanggal 4 Januari 2017 hingga 6 Desember 2019 ini.

Hidup dan besar di saat Indonesia tengah mencari jati diri, bukanlah masa-masa yang enak seperti saat ini. Fakhrizal melihat betul bagaimana ekonomi, pendidikan, dan teknologi sangat lambat berkembang. Untuk hidup dan belajar sangat susah. Butuh perjuangan saat itu.

Saat remaja, Fakhrizal muda dituntut disiplin dalam menata waktu dan pikiran. Bapaknya, Sabri, anggota TNI yang bertugas sebagai Pembina Rohani Islam (Rohis) di Dodiklat  DAM 3 17 Agustus, sekarang tempat itu dipakai Bataliyon 133, sangat keras menanamkan pendidikan kepada Fakhrizal. 

Berharap anak sulung dari enam bersaudara ini tak hanya menjadi teladan bagi adik-adiknya, tetapi bisa menjadi pengayom dan banyak bermanfaat bagi orang lain.

Fakhrizal juga terampil bermain bola, terpikir untuk memgembalikan kejayaan klub sepakbola PSP Padang. Rasanya ingin membawa PSP 'go nasional'. Berjuanglah Fakhrizal menjadi bagian dari PSP Junior. Namun, keinginan ini harus terhenti setelah dirinya dinyatakan lulus tes Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1982.

Walaupun satu mimpinya berlalu, tak ubah niat Fakhrizal untuk menorehkan tinta emas untuk Ranah Minang. Saat menjabat sebagai Kapolda Sumbar, banyak kasus narkoba besar yang hendak merusak anak Minang berhasil diungkap. Pelakunya, dijebloskan ke penjara agar jera dan diminta tak lagi mengulangi hal yang sama. Diberi nasehat agar bersama-sama membangun kampung minang tercinta berfalsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah ini. 

Di masa menjabat sebagai Kapolda Sumbar, Fakhrizal berhasil menjadi sosok yang diidolakan masyarakat. Beliau dekat dengan semua kalangan masyarakat. Tak ada kesan ekslusif, padahal dia seorang Jenderal.

"Saya dimanapun bertugas selalu dekat dengan masyarakat, karena bagi saya menjadi polisi itu memang untuk melayani dan mengayomi masyarakat," ujar Fakhrizal kepada Covesia.com.

Karena disenangi masyarakat, Fakhrizal lantas didorong dan diminta oleh berbagai lapisan masyarakat untuk memimpin Sumbar ke depannya. Banyak para tokoh, mulai dari ulama, aktivis, akademisi, petani, nelayan, pedagang dan sebagainya menginginkan Jenderal yang murah senyum ini ikut berkompetisi dalam Pilkada Sumbar mendatang.

"Kalau tidaklah didorong oleh berbagai kalangan masyarakat, saya tidak akan ikut dalam Pilkada ini. Namun karena banyaknya permintaan, akhirnya saya pertimbangkan dan putuskan untuk mengabulkan aspirasi masyarakat tersebut," kisahnya.

Kini Fakhrizal yang berpasangan dengan Genius Umar, Walikota Pariaman maju lewat jalur independen untuk ikut dalam alek Pilkada mendatang.

"Kita sedang verifikasi di KPU, semoga semuanya berjalan lancar," imbuhnya.

Fakhrizal punya impian yang besar untuk membangun Sumbar ini yang muaranya untuk kesejahteraan masyarakat. Sumbar ini, menurutnya, memiliki potensi untuk berkembang dan bisa lebih maju lagi. Baik dari sektor pariwisata, ekonomi, budaya, dan lainnya.

"Jika diberikan amanah, mana yang sudah baik kita pertahankan, dan yang kurang baik akan kita sempurnakan untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

(agg/adv)

Berita Terkait

Baca Juga