LKLU Dharmasraya Lakukan Perawatan Sosial dan Terapi kepada Lansia Penerima Bansos Progres-LU

LKLU Dharmasraya Lakukan Perawatan Sosial dan Terapi kepada Lansia Penerima Bansos ProgresLU Sumber: Humas Pemkab Dharmasraya

Covesia.com - Lembaga Kesejahteraan Lanjut Usia (LKLU) Kabupaten Dharmasraya melakukan perawatan sosial dan terapi kepada sejumlah lansia penerima bantuan Program Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (Progres LU) dari Kementerian Sosial RI, di Nagari Sungai Kambut, Selasa (30/06/20).

Menurut Ketua LKLU Kabupaten Dharmasraya, Yeni Sisri, perawatan sosial dan terapi untuk lansia tahap ketiga ini adalah bentuk tindak lanjut dari bantuan sosial Progres LU yang telah diserahkan beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, pada tahun 2020, LKLU Kabupaten Dharmasraya mendapat amanah dari Kemensos melalui Balai Rehabilitasi Lanjut Usia Budhi Dharmas Bekasi, untuk menyalurkan bantuan sosial Progres LU kepada 50 lansia, dengan jumlah bantuan yang diterima sebesar Rp2,7 juta per lansia.

Bantuan tersebut, lanjutnya, dibagi menjadi 3 (tiga) yakni Bantuan Bertujuan senilai Rp1,5 juta, kemudian Bantuan Dukungan Keluarga senilai Rp500 ribu, serta Perawatan Sosial dan Therapi senilai Rp700 ribu.

Untuk Bantuan Bertujuan dan Dukungan Keluarga, katanya, diserahkan langsung kepada lansia dalam bentuk tunai maupun non tunai. 

Tetapi, khusus untuk LKLU Kabupaten Dharmasraya, uang tunai diserahkan sesuai jumlah yang ada dalam juknis. Kemudian untuk terapi, sesuai dengan juknis dikelola oleh LKLU.

"Nah, inilah yang sedang kita laksanakan, Perawatan Sosial dan Terapi untuk Lansia yang akan berlanjut selama 6 bulan," paparnya.

Menurutnya, inilah yang membedakan bantuan Progres-LU dengan BLT. Tujuan pemerintah, agar perawatan lansia dan program LKLU terlaksana.

"Pelaksanaan perawatan sosial itu dilaksanakan oleh tenaga khusus atau tenaga profesional yang dibuktikan dengan sertifikat. Jadi dalam pelaksanaan, di mana kawan-kawan profesional benar-benar melaksanakan kegiatan sesuai dengan sertifikat yang dimilikinya." 

"Bertindak, berkata dan berpikir secara profesional. Inilah yang membedakan dengan pendamping, dimana pendamping tidak perlu dibuktikan dengan sertifikat, yang penting ada jiwa sosial," ulasnya lagi.

Perawatan sosial dan terapi yang dilakukan, dengan berbagai cara. Diantaranya terapi fisik dan terapi mental spiritual, terapi psikososial dan terapi berkehidupan berkelanjutan.

"Dalam pelaksanaannya, perawatan sosial dan terapi ini dikoordinator oleh Syafni Warnelis, Amd.Kep dan untuk Pulau Punjung, dikoordinir oleh Ns. Rudi Febrianto, S.Kep. Koordinator ini ditunjuk lansung oleh LKLU," pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Tim Dinas SOSP3APPKB Kabupaten Dharmasraya, Perangkat Nagari Sungai Kambut, Pengurus LKLU, keluarga Lansia dan masyarakat sekitar.

(ril)

Berita Terkait

Baca Juga