Tiga Hari Pemantauan, BKSDA Tak Temukan Tanda Keberadaan Harimau Penyerang Ternak Warga di Agam

Tiga Hari Pemantauan BKSDA Tak Temukan Tanda Keberadaan Harimau Penyerang Ternak Warga di Agam Harimau (Ist)

Covesia.com - Tiga hari pemantauan konflik antara manusia dan satwa liar di Nagari Sungai Puar, Kecamatan Palembayan, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam melaksanakan penanganan  kabupaten Agam,  tidak menemukan lagi tanda-tanda keberadaan satwa liar disekitar pemukiman dan areal sawah warga setempat.

Pengendali Ekosistem Hutan, (PEH) BKSDA Agam, Ade Putra mengatakan, dalam pemantauan pihaknya memasang 3 unit kamera penjebak (camera trap) serta memberikan bunyi-bunyian di sekitar lokasi konflik.

"Dalam tiga hari ini tidak ada tanda-tanda keberadaan harimau di sekitar lokasi, hasil pantauan dengan menggunakan kamera penjebak (camera trap) yang dipasang sebanyak tiga unit pun tidak mendapatkan lagi gambaran visual pergerakan satwa disekitar pemukiman dan sawah warga," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com Minggu (28/6/2020).

Sebelumnya pada Selasa (23/06/2020), BKSDA Resor Agam menerima laporan bahwa 2 ekor ternak kerbau peliharaan masyarakat nagari Sungai Puar terluka akibat diserang oleh satwa liar yang diduga Harimau Sumatera.

Tim BKSDA Resor Agam yang mendapatkan laporan langsung melakukan penanganan dengan melaksanakan identifikasi lapangan untuk memastikan jenis satwa, pemantauan dan pengusiran.

Diketahui ternak kerbau dewasa milik Pak Con dan anak kerbau milik ibu Ratini terluka pada bagian kaki, pundak dan leher. Untuk ternak kerbau dewasa akibat terluka parah oleh pemiliknya telah dijual kepada toke ternak.

BKSDA memasang tiga unit kamera penjebak (camera trap) di beberapa titik untuk mendapatkan gambaran visual dan memantau pergerakan satwa. Selain itu patroli pada pagi, sore dan malam hari sembil melakukan pengusiran juga dengan menggunakan bunyi-bunyian.

Pihaknya juga meminta warga setempat untuk waspada dan hati-hati dalam beraktivitas ke ladang dan ke sawah serta mengkandang dan mengamankan ternaknya untuk mencegah interaksi negatif dari satwa liar terjadi kembali.

(han/adi)

Berita Terkait

Baca Juga