KPU Agam Targetkan Verifikasi Calon Perorangan Pilkada Sumbar Selesai dalam 10 Hari

KPU Agam Targetkan Verifikasi Calon Perorangan Pilkada Sumbar Selesai dalam 10 Hari KPU Agam Saat menggelar sosialisasi PKPU No 5 Tahun 2020 tentang Tahapan Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pilkada di Sumbar, Kamis (25/6/2020)(Foto: Covesia/ Jihan)

Covesia.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) targetkan waktu pelaksanaan verifikasi faktual berkas calon perseorangan pada Pilkada Agam 2020 selesai dalam 10 hari

Ketua KPU Agam, Riko Antoni mengatakan, jadwal pelaksanaan verifikasi faktual dilaksanakan selama 2 minggu yaitunya dari tanggal  27 Juli sampai 10 Juni 2020 mendatang hal itu sesuai dengan PKPU No 5 Tahun 2020 tentang Tahapan Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan atau Wali Kota dan Wakil Walikota Tahun 2020.

"Untuk Kabupaten Agam Kami menargetkan verifikasi vaktual selesai pada 6 Juni 2020," ujarnya saat sosialisasi di salah satu Hotel di Lubuk Basung, Kamis (25/6/2020).

Dijelaskan Riko Antoni, untuk verifikasi faktual, pihaknya melibatkan sebanyak 382 petugas verifikator ke rumah pendukung calon perseorangan Bupati dan Wakil bupati serta Gubernur dan Wakil Gubernur yang berasal dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan tim bentukan dari PPS itu.

Tim verifikator ini dibagi dua untuk verifikasi faktual dukungan calon perseorangan bupati-wakil bupati dan gubernur-wakil gubernur. "Untuk calon perorangan Bupati Agam nama Suhatril-Muhammad Tonic dengan jumlah 30.432 dukungan. Sedangkan calon perseorangan gubernur dan wakil gubernur atas nama Fakhrizal-Genius Umar dengan 29.083 dukungan," katanya.

Dijelaskannya, dalam target kerja, satu petugas verifikator akan melakukan verifikasi faktual untuk 25 orang pendukung setiap harinya, bagi pendukung yang tidak ada, penghubung bakal membawa pendukung ke lokasi yang telah ditentukan.

"Untuk pendukung tidak hadir diminta untuk datang ke kantor PPS dan bagi pendukung dalam kondisi sakit, boleh berkomunikasi melalui panggilan video di tempat pendukung," tutupnya.

(jhn)

Berita Terkait

Baca Juga