Permudah Pengurusan Surat Kependudukan, Camat Palupuh Kerjasama dengan Disdukcapil Agam

Permudah Pengurusan Surat Kependudukan Camat Palupuh Kerjasama dengan Disdukcapil Agam Camat Palupuh, Hasrizal, saat menyerahkan 100 keping e-KTP kepada warga Nagari Pagadih Sabtu (20/6/2020). (Covesia/Istimewa)

Covesia.com - Bantu Masyarakat dalam mengurus adminitrasi kependudukan, Pemerintah Kecamatan Palupuh menjalin kerjasama dengan Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Camat Palupuh, Hasrizal mengatakan, Kecamatan Palupuh berjarak cukup jauh dari pusat kota Kabupaten Agam, di Lubuk Basung, hal itu tentunya cukup menyulitkan masyarakat dalam mengurus surat kependudukan, baik dari segi waktu maupun biaya.

"Dari Palupuh ke Kantor Disdukcapil di Lubuk Basung, berjarak sekitar 80 KM, untuk mengurus surat kependudukan memakan waktu satu hari penuh belumlagi biaya yang dikeluarkan cukup banyak," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com usai penyerahan 100 keping e-KTP kepada warga Nagari Pagadih, Sabtu (20/6/2020).

Dalam kerjasama tersebut pemerintah nagari akan mengajukan permohonan ke kecamatan untuk melakukan mengurus adminitrasi kependudukan, selanjutnya pemerintah kecamatan akan menyurati Disdukcapil Agam untuk bisa datang ke Palupuh guna melayani keperluan adminitrasi kependudukan masyarakat tersebut.

"Setelah disepakati waktunya, kita akan memberitahukan kepada pihak nagari untuk bisa mengumumkan ke masyarakat agar datang ke kantor camat melakukan pengurusan adminitrasi," katanya.

Sementara itu Walinagari Pagadih, Aliwar mengaku, jauhnya jarak ke Kantor Disukcapil agam cukup menyulitkan  masyarakat untuk mengurus surat kependudukan, setidaknya dalam sekali mengurus warga harus mengocek uang antara Rp150 ribu sampai 200 ribu dalam sekali perjalanan. Belum lagi jarak tempuh yang cukup jauh dan medan jalan yang cukup sulit untuk dilalui oleh kendaraan roda dua. 

"Jika naik bus, biaya yang harus dikeluarkan diantaranya ongkos ojek pulang pergi dari pagadih ke Simpang Angge Rp30 ribu, ditambah ongkos mobil ke Bukittinggi 10ribu dan ongkos travel ke Lubuk Basung Rp 35Ribu. Dikali dua untuk pulang pergi, belum makan dan minum dan biaya tak terduga,  jadi hampir Rp 200 ribu untuk satu kali pengurusan dokumen," rinci Aliwar.

Pihaknya mengucapak terima kasih atas Inisiatif dari Pemerintah kecamatan untuk memudahkan masyarakat untuk mengurus surat menyurat kependudukan tersebut. "Sangat terbantu dengan program ini, baik dari segi danan dan keuangan, kami berharap kegiatan ini tetap berlanjut sampai seterusnya," harapnya.

(jhn)

Berita Terkait

Baca Juga