Berjuang Melawan Sakit, Wiwik Warga Agam Butuh Uluran Tangan para Dermawan

Berjuang Melawan Sakit Wiwik Warga Agam Butuh Uluran Tangan para Dermawan Wiwik yang tampak meringis menahan sakit di bagian punggunggnya yang butuh uluran tangan para dermawan (Foto: Johanes/ Covesia)

Covesia.com - Peristiwa jatuh dari motor 5 tahun yang lalu menyisakan sakit yang teramat oleh Wiwik Fransiska (37), warga Jorong Sikabu, Nagari Kampuang Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumbar.

Berbagai Pengobatan untuk kesembuhan sudah dicoba namun jangankan untuk berangsur pulih, kondisinya malah kian hari semakin memburuk.

Saat dikunjungi Covesia.com, Sabtu (20/6/2020), di rumahnya, terlihat ibu dua anak ini sedang terbaring lemas diatas tempat tidur. Sesekali ia meringis diserta raut wajah seperti sedang menahan sakit yang teramat. "Jika bergerak sedikit, punggungnya terasa sakit dan seperti kena setrum. rasa nyeri dan sakitnya ini bisa berjam-jam," ujar Ridwan (37) suami  Wiwik.

Dijelaskan Ridwan, sakit yang diderita Wiwik bermula dari kejadian 5 tahun lalu. Saat ini beserta keluarga berdomisili di Lampung. Ia pernah terjatuh saat menaiki sepeda motor. Dan terhempas keras pada bagian bokong. "Saat terjatuh bokongnya terhempas keras namun tidak begitu sakit, tapi agak pincang saat dibawa berjalan," katanya 

Karena tidak merasakan sakit, Wiwik tidak begitu memperdulikan dampak yang terjadi, namun lamban-laun, rasa sakit semakin dirasakan terutama pada bagian punggung. Kondisi kesehatannya semakin parah setelah ia melahirkan anak kedua, dan satu tahun terakhir ia tidak bisa berjalan sama sekali.

Berbagai cara sudah dilakukan untuk pengobatan wiwik, mulai dari pengobatan alternatif hingga pengobatan medis. Beruntungnnya ia sekeluarga terdaftar di BPJS Kesehatan jadi tidak terlalu memperdulikan masalah biaya pengobatan.

Namun kondisinya yang hanya bisa berbaring diatas tempat tidur membuat Ridwan tidak bisa meninggalkan rumah untuk bekerja 

“Jika ditinggal bekerja, siapa yang akan mengurusinya dan anak-anak sementara untuk makan, minum, mandi dan buang air saja harus dibantu," ungkapnya.

Kondisi ekonomi semakin memburuk saat Pandemi Covid-19. Aturan tidak memperbolehkan untuk keluar rumah sehingga ia dan keluarga  hanya bisa pasrah berdoa sambil bertahan hidup dari bantuan Pemerintah dan sanak famili.

“Sekarang sudah tidak bisa bekerja sama sekali. Untuk berobat ke Padang kadang dalam satu minggu bisa dua kali, apalagi dalam kondisi Covid-19 ini, ongkos travel naik dua kali lipat. Belum lagi biaya untuk menunggu Wiwik saat berobat," katanya.

Saat ini, Ridwan dan keluarga hanya bisa berharap uluran tangan dermawan untuk perawatan sang istri serta untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari. "Ya mau bagaimana lagi, hanya bisa pasrah dan berdoa untuk kesembuhan istri saya," tuturnya.

Sementara itu, Wali Jorong Sikabu, Al Mahdi, mengaku sudah mengetahui kondisi salah satu warganya itu. Dikatakannya, saat ini Wiwik dan suami menempati rumah orang tuanya yang berprofesi sebagai buruh penganyam tirai dan atap rumbia.

"Kami juga sudah berupaya maksimal, saya selaku Walijorong juga sangat berharap uluran tangan dermawan. Baik bantuan pemerintah ataupun donatur lainnya," harapnya.

(jhn)


Berita Terkait

Baca Juga