SMP 4 Kota Pariaman Adakan Lokakarya Penyusunan KTSP

SMP 4 Kota Pariaman Adakan Lokakarya Penyusunan KTSP SMP 4 Kota Pariaman gelar lokakarya penyusunan KTSP tahun ajaran 2020/2021 (Ist)

Covesia.com - Untuk menyusun sebuah perangkat yang jelas dan terarah, SMP 4 Kota Pariaman mengadakan lokakarya penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) tahun ajaran 2020/2021.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (17/6/2020) tersebut, merupakan pertama kalinya di Kota Pariaman.

"Lokakarya KTSP ini diikuti oleh 43 orang guru dan 9 orang staf dan bertujuan untuk menyusunan sebuah perangkat yang jelas dan terarah," ungkap Kepala SMP 4 Kota Pariaman M.Syaiful.

Lanjut M.Syaiful, kurikulum merupakan komponen pendidikan yang dijadikan acuan oleh setiap satuan pendidikan, khususnya oleh guru dan kepala sekolah, dalam menyelenggarakan pendidikan. 

Oleh sebab itu, sekolah sebagai pihak yang melaksanakan kurikulum harus dilibatkan secara langsung dalam proses pengembangan kurikulum.

M.Syaiful menyebutkan, ada tiga dokumen kurikulum KTSP yang dibahas dalam lokakarya tersebut, yaitu berisi regulasi-regulasi di sekolah. 

"Untuk dokumen 1 dan 2 berisi silabus. Sedangkan dokumen 3 berisi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)," ucapnya. 

Dikatakan M.Syaiful, sedangkan muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan, dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.

Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Dasar Yurnal, saat membuka lokakarya ini memberikan apresiasi kepada SMP 4 Kota Pariaman, kerana pertama kali menyelenggarakan lokakarya KTSP ini.

"Alhamdulillah lokakarya KTSP pertama kali dilaksanakan oleh SMP 4 Kota Pariaman. Dalam hal ini kami kembali mengingatkan bahwa dalam penyusunan KTSP sekarang harus menyesuiakan dengan standar Covid-19," ungkapnya. 

Kemudian, setelah melahirkan dokumen KTSP, pihak sekolah secepatnya melaporkan dokumen tersebut ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman untuk disetujui.

Yurnal juga mengatakan, undang-undang 20 tahun 2003 mengamanatkan tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia yang bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif mandiri menjadi manusia kreatif dan bertanggung jawab.

"Untuk itu kita harus rubah paradigma dalam pendidikan. Jangan hanya mengandalkan pengetahuan saja namun juga meransang kreatifitas dan inovasi siswa. Namun demikian guru tentu tetap melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kurikulum walaupun UN tidak ada lagi," jelasnya. 

Yurnal berharap, pihak sekolah harus selalu menanamkan bahwa pendidikan bisa membuat hari esok lebih baik.

(per)

Berita Terkait

Baca Juga