11 Klaster Penyebaran Covid-19 di Padang Berhasil Diputus, Tinggal Satu Klaster Lagi!

11 Klaster Penyebaran Covid19 di Padang Berhasil Diputus Tinggal Satu Klaster Lagi Ilustrasi (Covesia/Anggoma)

Covesia.com - Sebelas dari 12 klaster penyebaran virus corona baru Covid-19 di Kota Padang, Sumatera Barat telah berhasil diputus, ini artinya tinggal satu lagi klaster yang tengah diperjuangkan agar penyebaran virus corona baru ini dapat dihentikan.

Satu klaster yang tersisa tersebut merupakan klaster Pasar Raya Padang yang hari ini masih terjadi penambahan kasus baru Covid-19, yakni sebanyak sembilan kasus.

Baca juga: Bertambah 11 Kasus Baru, Positif Covid-19 di Sumbar Dekati Angka 600 Kasus

"Saat ini kita masih mengevaluasi sampai habis batas PSBB jilid 3 ke depan. Meski kasus positif Covid-19 di Padang cukup banyak, namun alhamdulillah sampai saat ini kita sudah berhasil memutus sebanyak 11 klaster penyebaran Covid-19," ucap Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah yang dikutip dari laman Facebook Humas Pemko Padang, Kamis (4/6/2020).

"Tinggal satu lagi, yakni klaster Pasar Raya yang tengah kita putus dan sekarang sudah menunjukkan penurunan kasus positif dibanding hari-hari sebelumnya," sambung Mahyeldi.

Untuk memutus penyebaran Covid-19 dari klaster Pasar Raya, Pemko Padang melibatkan semua pihak terkait, termasuk dukungan dari TNI/Polri dalam pendisiplinan para pedagang maupun agar tetap mematuhi protokol Covid-19.

"Mudah-mudahan kedepannya segala sesuatunya akan berjalan lebih baik lagi, dan kasus Covid-19 dapat terus kita tekan," ujarnya.

Kota Padang saat ini tengah mempersiapkan diri menyongsong era new normal life (tatanan kehidupan baru) yang rencananya akan diberlakukan ke depannya.

Seperti diketahui, Kota Padang hingga saat ini masih dalam tahap pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid 3 hingga tanggal 7 Juni mendatang.

Jelang penerapan era new normal life, secara bertahap Pemko Padang tengah memikirkan untuk pengaktifan rumah ibadah, pariwisata, perdagangan dan sektor utama lainnya. Dimana bagi yang berada di zona hijau akan dibuka namun tetap diberlakukan standar protokol Covid-19. 

"Nanti sewaktu memasuki era new normal life kita akan umumkan mana-mana saja zona hijau dan yang zona yang masih merah di Kota Padang. Sehingga, secara bertahap ekonomi masyarakat bisa kembali bergerak beserta aktivitas lainnya setelah sekian lama terhenti akibat pandemi Covid-19. Insya Allah, kita akan membuat konsep-konsep baru dan penguatan lainnya untuk membantu dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat ke depan," sebut Mahyeldi.

Lebih lanjut dikatakan Mahyeldi, sekaitan memasuki masa transisi setelah berakhirnya PSBB jilid 3 pada 7 Juni nanti, pihaknya saat ini juga tengah mempersiapkan Peraturan Wali Kota (Perwako) terkait. Setidaknya ada 7 sektor yang akan didiskusikan dengan stakeholder, akademisi dan pihak terkait lainnya.

"Adapun 7 sektor terkait itu adalah sektor pemerintahan, perdagangan, pendidikan, pariwisata, transportasi, sosial budaya industri," ulasnya.

Maka dari itu Mahyeldi berharap, aturan yang dibuat dalam Perwako itu nantinya akan lebih komprehensif dan aplikatif sehingga segala sesuatunya berjalan dengan sebaik-baiknya.

"Perwako ini nantinya juga akan diperkuat lagi yang  ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah (Perda) ke depan. Sehingga juga akan ada penegakan dan sanksi tegas yang dilakukan dalam memaksimalkan penanganan Covid-19 di era new normal life nantinya," tutup Mahyeldi.

(adv)

Berita Terkait

Baca Juga