Kepsek SMKN 1 Sutera Sebut Belajar Melalui Daring Tidak Produktif, Ini Alasannya

Kepsek SMKN 1 Sutera Sebut Belajar Melalui Daring Tidak Produktif Ini Alasannya Dok. Istimewa

Covesia.com - Kepala Sekolah SMKN 1 Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Lili Suryati mengatakan, proses belajar mengajar melalui program daring tidak maksimal. Sebab, banyak diantara siswa tidak memiliki smart phone

"Tidak maksimal, karena banyak siswa kita tidak memiliki android,"sebutnya pada Covesia.com Sabtu (30/5/2020).

Selain tidak semua memiliki android, kata Lili, kebanyakan siswa juga sulit untuk membeli pakat internet dalam melaksanakan proses belajar daring. 

Karena, rata-rata siswa disini berlatar belakang keluarga kurang mampu dan hanya ditaraf ekonomi sederhana. 

Parahnya lagi, puluhan siswa tinggal didaerah pendalaman. Dimana, disana tidak memiliki jangkauan internet. 

"Parahnya, siswa yang tinggal di daerah pendalaman. Disana tidak ada sinyal hendpone dan internet,"ujarnya

Ia menambahkan, terkait beberapa kendala itu, proses belajar mengajar selama pandemi Covid-19 ini memiliki beberapa kendala lain. 

Selah satunya, dalam proses pembelajaran, banyak siswa yang telat mengumpulkan tugas-tugas setiap materi yang diberikan. 

"Biasanya, setiap tugas dikasih selesai dikerjakan dalam waktu dua hari. Tapi, melalui proses dering ini, menghabiskan waktu selama satu minggu. Itu disebabkan tidak ada sinyal dan paket internet tadi,"ujarnya lagi

Kemudian katanya lagi, untuk proses belajar melalui program TV yaitu TVRI, itu juga tidak memungkinkan di dapatkan oleh siswa SMKN Sutera. 

Sebab, saluran TV TVRI tidak terjangkau di kecamatan Sutera. "Saluran TVRI tidak terjangkau di Kecamatan Sutera, bagaimana siswa bisa belajar melalui program TV tersebut,"ucapnya

Lebih lanjut disampaikan, untuk menimalisir keadaan tersebut, pihak sekolah hanya melakukan berbagai upaya seperti, membantu membimbing pelaksanaan daftar kuliah bagi siswa kelas tiga yang telah lulus. 

"Untuk kelas dua dan satu, pihak sekolah membantu sensus penduduk online bagi pihak keluarga mereka,"ucapnya lagi

Kendati demikian, ia berharap situasi ini cepat berlalu, karena sekolah ini adalah sekolah teknik, mesti cepat dibuka kembali. Sebab, banyak pembelajaran praktik tidak bisa dilakukan. 

"Harap kita pendemi Covid-19 ini cepat berlalu, karena banyak proses belajar tidak produktif didapatkan siswa. Salah satunya, siswa yang dijurusan teknik,"tutupnya

(hms.sumbar/ind)

Berita Terkait

Baca Juga