Komentar Indra Catri Diperiksa Terkait Laporan Relawan Mulyadi

Komentar Indra Catri Diperiksa Terkait Laporan Relawan Mulyadi Bupati Agam, indra Catri

Covesia.com - Bupati Agam Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Indra Catri diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Mulyadi.

"Sebagai warga negara yang baik, saya dimintai keterangan. Saya wajib dong datang," ujarnya di Markas Kepolisian Daerah Sumbar, Jumat (29/5/2020). 

Kata Indra, dia menghadiri pemeriksaan sebagai bentuk pertanggungjawaban. 

"Apalagi yang ikut diperiksa adalah pegawai saya. Kenapa saya diperiksa, karena menyangkut ada pegawai Pemda, makanya Sekda (Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Martias Wanto) juga (diperiksa sebagai saksi). Jadi, pertanggungjawaban itu," jelasnya.

Terkait materi pertanyaan, Indra mengatakan silahkan untuk menanyakan ke penyidik kepolisian. "Silahkan tanyakan saja ke penyidik. Saya diperiksa dari jam sebelas hingga satu siang," imbuhnya.

Lebih lanjut, Indra mengatakan dirinya tidak mengetahui apakah dia akan dipanggil oleh pihak kepolisian lagi. 

Meski demikian, dia mengungkapkan  bahwa dirinya tidak mengetahui akun Facebook, yang oleh pihak pelapor, diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap Mulyadi.

"Tidak tahu," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar memeriksa Indra sebagai saksi. Selain Indra, ada Sekda Agam Martias yang juga diperiksa sebagai saksi.

Total, kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, ada 13 saksi yang diperiksa. 

Penyelidikan dilakukan menindaklanjuti laporan Refli Irwandi (40), Kamis (4/5/2020), dengan nomor LP/191/V/2020/SPKT Sbr terkait kasus dugaan pencemaran nama baik Mulyadi melalui akun Facebook Maryanto yang diduga akun bodong.

"Di akun Facebook-nya itu meng-upload gambar dan kata-kata yang tidak pantas. Tetapi kami tidak menyampaikan karena masih dalam tahap pemeriksaan," jelasnya.

Kata Stefanus pula, Polda Sumbar menerima sejumlah laporan terkait kasus ini. "Karena laporannya (akun yang) sama, maka kita jadikan satu," jelasnya. 

Dia menerangkan pelapor kasus dugaan pencemaran itu bukan Mulyadi, tapi relawannya. "Enggak apa-apa. Siapa yang melapor, kita tindaklanjuti. Karena memang siapa di situ yang merasa kalau ingin melaporkan, jadi kita tindaklanjuti. Yang bersangkutan (Refli Irwandi) adalah sopir," ungkapnya.

Saat ditanyakan apa bentuk dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan, Stefanus menjawab, 

"Di akun Facebook-nya itu (akun Maryanto), meng-upload gambar dan kata-kata yang tidak pantas. Tetapi kami tidak menyampaikan karena masih dalam tahap pemeriksaan," imbuhnya.

Saat ditanyakan bagaimana alur dari akun Facebook bodong hingga mengapa pejabat Kabupaten Agam diperiksa, Stefanus menjawab hal tersebut merupakan proses penyelidikan.

"Mungkin Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) yang mengembangkan dan melakukan pemeriksaan seperti itu. Intinya masih proseslah," tuturnya

Saat ditanyakan pasal yang disangkakan, Kabid Humas menjawab, "Karena berkaitan dengan akun Facebook, maka (kita sangkakan) Undang-undang ITE Pasal 27."

(fkh/adi)

Berita Terkait

Baca Juga