8 Petugas Lapas di Sijunjung Positif Covid-19, 253 Orang yang Pernah Kontak Dilakukan Tes Swab

8 Petugas Lapas di Sijunjung Positif Covid19 253 Orang yang Pernah Kontak Dilakukan Tes Swab Ilustrasi (dok.Covesia)

Covesia.com - Delapan petugas Lapas II Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dilaporkan positif terinfeksi virus corona baru atau Covid-19.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara Covid-19 Sijunjung, Rizal Efendi. "Ada 8 petugas lapas," tegasnya saat dikonfirmasi via telepon, Rabu (27/5/2020).

Dia menuturkan, 8 petugas lapas tersebut dinyatakan terinfeksi virus SARS-CoV-2 berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, kemarin.

Ada 20 sampel swab dari kabupaten itu yang diperiksa oleh laboratorium tersebut, 8 di antaranya positif. Dengan munculnya 8 kasus positif Covid-19 itu, Sijunjung pun kehilangan status sebagai daerah dengan zona hijau.

Sebelumnya, Sijunjung merupakan satu-satunya daerah di Sumbar yang belum melaporkan adanya kasus positif.

Delapan orang yang positif itu, kata Rizal, diduga terpapar karena melakukan perjalanan ke berbagai wilayah. "Mereka ada yang melakukan perjalanan ke Padang, Pariaman, Dharmasraya, dan lainnya," jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, mereka yang positif telah dijemput petugas untuk selanjutnya dikarantina di BKPSDM Provinsi Sumbar. 

Menurut Rizal, ada 253 orang yang telah di-tracing karena pernah kontak dengan kasus terkonfirmasi positif. Mereka akan diambil swab pada hari ini. Mereka yang diambil swab itu ada yang narapida dan ada pula keluarga dari kasus terkonfirmasi positif.

Mereka yang diambil swab tersebut, diisolasi mandiri dan diawasi di Puskesmas Gembok. 

Sebelumnya Pemprov Sumbar mengumumkan ada 7 orang dari Kabupaten Sijunjung yang positif Covid-19. Hal ini berbeda dari yang diumumkan oleh Pemkab Sijunjung bahwa ada 8 orang positif. 

Menanggapi itu, pihaknya mengumumkan berdasarkan informasi dari Laboratorium Unand. Mungkin Pemprov belum mendapatkan surat tersebut.

"Kita dapat pengumuman resmi dari Unand ada 8 orang, tapi mungkin provinsi mungkin dapatnya belum lengkap tadi pagi," katanya.

 (fkh)

Berita Terkait

Baca Juga