Bakal Calon Bupati Pasaman Barat Sesalkan Pelarangan Pemasangan Baliho

Bakal Calon Bupati Pasaman Barat Sesalkan Pelarangan Pemasangan Baliho (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Suasana politik pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mulai memanas. Hampir setiap sudut kampung sudah dihiasi dengan baliho Bakal Calon (Balon) Bupati Pasaman Barat.

Salah satunya baliho Balon Bupati Erick Hariyona. Parahnya, ada oknum yang melarang pemasangan baliho tersebut walaupun telah mendapat izin dari pemilik tanah.

Informasi yang dihimpun dari Balon Bupati Pasbar, Erick Hariyona bahwa lokasi pelarangan pemasangan alat peraga tersebut terjadi di Nagari Rabijonggor, Kecamatan Gunung Tuleh.

"Kita menyayangkan, di era maju saat sekarang ini masih ada oknum yang bersaing tidak sehat dan menganggap kita ini sebagai musuh atau saingan. Padahal, niat kita baik yaitu untuk bersama-sama membangun Pasaman Barat," ungkap Erick Hariyona kepada Covesia.com melalui telepon selularnya, Jumat (22/5/2020) malam.

Erick menambahkan, pelarangan ini adalah reaksi yang berlebihan dan merusak tujuan kita untuk membuat pilkada damai.

"Dengan adanya pelarangan pemasangan baliho ini, terbukti ada reaksi yang berlebihan dari pihak tertentu. Sementara kita mengupayakan pilkada aman dan damai demi tujuan yang sama yakni membangun daerah kita tercinta ini," kata Erick.

Dikatakan Erick, terkait baliho yang dilarang untuk dipasang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ini jelas merusak cita-cita demokrasi.

"Jangan baper berpolitik. Politik itu persaudaraan, yang jelas saya hanya berpikir bagaimana membangun Pasaman Barat bukan menyulut perpecahan," ujar Erick.

Ia mengatakan, aksi seperti ini membuat malu dan citra berpolitik yang sangat buruk. Menurutnya, berpolitik itu adalah berbuat bersama-sama untuk masyarakat dengan menghadirkan solusi.

"Bukan main tukang pukul dan premanisme kaya itu. Sangat memalukan aksi seperti itu terjadi di depan masyarakat," keluhnya.

Menurutnya, sudah biasa penyakit jika diberi obat maka akan ada efek yang ditimbulkan, ada yang nyaman, ada yang tidak nyaman, dan takut, jadi ada yang dibahas dengan cara-cara seperti ini.

"Saya melakukan aksi nyata untuk masyarakat. Mari kita berbuat bersama-sama untuk masyarakat. Sejauh ini masyarakat sangat senang dengan kehadiran kami, justru segelintir tim kandidat yang tidak senang ketika kami disambut baik oleh masyarakat," pungkasnya.

Selanjutnya, Erick Hariyona yang merupakan putra dari anggota DPD RI Emma Yohanna dan Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hariadi ini menegaskan bahwa sosialisasasi Erick akan tetap dilakukan melalui baliho-baliho, soal yang rumit itu menandakan bahwa Erick Hariyona adalah calon yang paling diperhitungkan di Pasaman Barat.

Ia juga menyampaikan bahwa ini adalah bentuk demokrasi, ada yang senang dan ada yang tidak, itu merupakan hal yang wajar. Namun sikap oknum ini tidak sesuai dengan Pancasila, sila kedua yaitu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

"Kalau ada yang menggunakan cara intimidasi dan premanisme maka kita akan hadapi, mari kita beli," ujar Erick sembari tertawa.

Terakhir, Erick juga mengimbau agar pihaknya tidak terpancing terkait dengan masalah ini, dan mengajak pihaknya untuk tetap fokus menyelesaikan perjuangan ini.

"Kita meminta tidak terpancing dan tetap fokus dengan sosialisasi pencalonan saya sebagai calon Bupati Pasaman Barat," tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga