Akhirnya Pemkab Padang Pariaman Tanggung Biaya Pengobatan Juni Penderita Tumor di Pencernaan

Akhirnya Pemkab Padang Pariaman Tanggung Biaya Pengobatan Juni Penderita Tumor di Pencernaan Saat pihak Nagari Koto Dalam Selatan mengunjungi Juni penderita tunor di bagian pencernaan. (Foto: Peri/ Covesia)

Covesia.com - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) akan menanggung seluruh biaya pengobatan Juni (36), ibu satu anak yang menderita tumor ganas di Korong Pauah Manih, Nagari Koto Dalam Selatan, Kecamatan Padang Sago.

"Biayaan pengobatan Juni akan ditanggung Pemkab Padang Pariaman, dan kami akan memantau perkembangan kesembuhannya hingga bebas dari penyakit tumor ganas ini melalui RSUD Padang Pariaman," sebut Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni pada Selasa (19/5/2020).

Lanjut Ali Mukhni, hari ini Selasa (19/5/2020) Pemkab Padang Pariaman akan membawa Juni ke RSUD Padang Pariaman guna menjalani ronsen.

Tindakan Pemkab Padang Pariaman ini pascasejumlah pihak memviralkan kondisi yang bersangkutan di media sosial dalam seminggu terakhir hingga menimbulkan simpati masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang memberikan informasi terkait kondisi Juni ini," katanya.

Namun lanjutnya, ke depan sebaiknya informasi yang disampaikan ke media sosial dipastikan terlebih dahulu kebenarannya agar tidak ada informasi yang salah beredar ke masyarakat.

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, Juni sudah dua tahun di Padang Pariaman dan tidak pernah mendapat perhatian pemerintah.

Ternyata Juni merupakan perantau dari Pekanbaru, dan baru saja pulang kampung pada Februari 2020 sehingga belum terpantau oleh pihak terkait.

Sebelumnya diberitakan Covesia.com Juni warga Korong Puah Manih, Nagari Koto Dalam Selatan, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Juni (36) menderita Gastro Intestinal Stromal Tumor (GIST) yaitu tumor yang berada di saluran cerna dan terkendala biaya pengobatan.

"Saya didiagnosis tumor semenjak 2016 dan semakin hari semakin parah hingga sekarang tidak bisa beraktivitas sehingga harus dibantu suami," kata Juni di rumah orang tuanya di Kecamatan Padang Sago.

Selama ini, dia dan keluarga kecilnya merantau ke Pekanbaru dan memiliki usaha yang lancar, namun karena penyakitnya kian parah serta ekonomi keluarga semakin memburuk maka mereka memutuskan pulang kampung.

Meski dia pernah menjalani pengobatan di Jakarta, namun karena usaha yang dijalani gulung tikar sehingga memaksanya harus menjalani pengobatan alternatif di kampung halaman.

Pengobatan yang dijalani sekarang tidak terlepas dari kondisi ekonomi keluarga apalagi sang suami Dahnil Aprianto (41) saat ini tidak dapat bekerja karena harus mengurus sang istri dan seorang anaknya yang masih berusia tiga tahun. Sementara orang tuanya hanya petani.

"Dulu suami saya punya usaha, tapi semenjak mengurus saya usahanya tidak jalan lagi. Ya sekarang tidak ada lagi pemasukan," katanya.

Meskipun keluarganya terdaftar diJaminan Kesehatan Nasional (JKN), namun sudah tidak terbayar semenjak 2017 sehingga dipastikan tunggakan keluarga itu semakin besar.

(pri)

Berita Terkait

Baca Juga