Kasus Kematian Bayi Isyana di Padang, Polisi Periksa 5 Saksi dari RS Aisyah Pariaman

Kasus Kematian Bayi Isyana di Padang Polisi Periksa 5 Saksi dari RS Aisyah Pariaman Ilustrasi - pixabay

Covesia.com - Kasus Isyana bayi berusia 1 tahun yang menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang sekitar April lalu, memasuki babak baru. 

Pihak kepolisian saat ini sedang memeriksa lima saksi dari Rumah Sakit Aisyah Pariaman, tempat orang tua korban membawa korban pertama kali sebelum dirujuk ke RSUP M Djamil.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar Kompol Bendot dalam jumpa pers daring yang digagas Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Provinsi Sumbar, Senin (18/5/2020).

"Terkait meninggalnya seorang pasien bayi di sebuah M Djamil. Untuk hari ini, sedang kita lakukan pemeriksaan terhadap karyawan Rumah Sakit Aisyah Pariaman," ujarnya.

Dia menuturkan lima saksi tersebut yaitu dokter yang bertugas pada hari kejadian, karyawan rumah sakit, sopir ambulans, perawat yang mendampingi korban saat dirujuk ke RSUP M Djamil Padang, dan perawat IGD.  

"Jadi, itu lima orang yang sedang kita lakukan pemeriksaan. Nanti untuk hasilnya akan kami umumkan kemudian," jelasnya.

Kompol Bendot menyampaikan, hingga saat ini, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka pada kasus tersebut. Pihak kepolisian, kata dia, masih melakukan penyelidikan.

"Penyelidikan itu kan untuk menentukan apakah peristiwa yang dilaporkan adalah tindak pidana atau bukan. Jika dari hasil penyelidikan diketahui tindakan itu adalah tindak pidana, baru kami tingkatkan menjadi penyidikan. Setelah itu, baru kami tetapkan tersangkanya," terangnya.

Dalam menyelidiki kasus kematian bayi Isyana tersebut, pihak kepolisian menggunakan Undang-Undang Kesehatan Pasal 190. 

Sebelumnya diberitakan Isyana bayi berusia 1 tahun itu menghembuskan nafas terakhir saat berada di RSUP M Djamil Padang pada Rabu (29/4/2020) lalu. Ia dirujuk dari RS Aisyah Pariaman, diduga karena mengalami infeksi paru-paru dan saat disusui ibunya bayi tersebut tersedak, setelah itu mengalami sesak napas.

Pihak keluarga menduga, kematian Isyana karena adanya kelalaian penanganan terhadap bayi tersebut, karena setelah sampai di RSUP M Djamil Padang, bayi mereka hanya dimasukan ke ruangan isolasi yang dinilai keluarga semakin memperburuk keadaan bayi mereka.

Salah seorang orang tua korban, Rydha mengaku, bersama keluarga akan berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan keadilan itu. Karena kematian Isyana murni kelalaian yang dilakukan pihak rumah sakit.

"Saya melihat langsung kelalaian yang dilakukan pihak rumah sakit, banyak saksi yang akan mendukung saya. Termasuk rekaman CCTV yang ada di rumah sakit itu. Saya berharap dengan adanya kasus ini, tidak ada lagi korban berikutnya," ungkapnya. 

Pihak keluarga sudah melaporkan kasus itu ke kepolisian. Dan, pihak kepolisian saat ini masih dalam menyelidiki kasus tersebut. 

(fkh/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga