DPRD Pessel Sebut Penyaluran BLT Langgar PSBB

DPRD Pessel Sebut Penyaluran BLT Langgar PSBB (Foto: Indrayen/Covesia)

Covesia.com - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) sebut pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten melanggar PSBB dan Maklumat Kapolri.

Hal itu disampaikan langsung oleh, Ketua DPRD Ermizen, mengatakan, pembagian BLT yang disalurkan di 15 Kecamatan di Pessel, melalaui APBD Kabupaten itu, melanggar aturan PSBB dan Maklumat Kapolri. 

Sebab, ia menilai, cara penyaluran bantuan BLT dampak Covid-19 di daerah itu, memicu keramaian dan menimbulkan kerumanan warga di sejumlah kantor camat. 

Padahal, peraturan Gubernur dan Maklumat Kapolri melarang adanya mengumpulkan masa atau secara bersama-sama. 

"Ini sangat kami sayangkan. Kenapa bisa begitu," ungkapnya pada wartawan didampingi unsur pimpinan lainya dari DPRD dan beberapa Fraksi pada Kamis (14/5/2020).

Diketahui, Maklumat Kapolri nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19). Salah satu poinnya, adalah melarang pengumpulan massa dalam jumlah banyak. 

Selain itu, juga ada Peraturan Gubernur (Pergub) Sumbar Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam Penanganan Covid-19 di Sumbar. Dalam Pergub, gubernur menegaskan penghentian sementara aktivitas setiap orang di luar rumah dan tetap menjaga jarak.

Terkait hal itu, lanjut Ermizen, dewan meminta agar Bupati Hendrajoni melakukan evaluasi teknis penyerahan Bantuan Sosial dampak Covid-19. 

"Seharusnya mengacu ke provinsi yang memakai Wesel Pos atau paling tidak mengerahkan relawan Covid-19," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan Covesia.com, terlihat ratusan warga di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, berdatangan dan berkumpul di sekitar perkarangan kantor camat Sutera, pada Kamis (14/5/2020) pagi, sejak pukul 09.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB.

Selain itu, hampir sebagian warga yang datang kekantor camat untuk pengambilan penyaluran BLT tidak menggunakan masker.

Dimana, kedatangan mereka ke kantor camat itu, berhubungan dengan telah dikeluarkannya hari ini Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kabupaten Pessel. 

Salah seorang warga Mardianis (45) mengatakan, hari ini dirinya pergi mengambil BLT dari kabupaten ke kantor camat. 

"Alhamdulillah, saya dapat bantuan BLT dari kabupaten, dan hari ini jadwal pengambilannya, kita disuruh mengambil di aula kantor camat," sebutnya pada Covesia.com

Sementara, Camat Sutera, Fachruddin, mengatakan, bahwa pihaknya telah mengantisipasi agar tidak terjadi kerumunan. 

Akan tetapi, karena pembagian yang dijadwalkan kabupaten hanya dua hari, kerumunan tidak bisa dihindari.

"Kita hanya memperbolehkan sepuluh orang masuk kedalam perkarangan kantor camat. Akan tetapi, pembagian hari ini delapan nagari, maka terjadi kerumunan terjadi di luar perkarangan kantor camat," ujarnya.

Kendati demikian kata Camat, target pencairan delapan nagari hari ini tidak bisa direalisasikan. Karena itu, pencairan akan selesai pada 18 Mei.

Seceara terpisah, Kabag Humas dan Protokoler Setdakab Pessel Selaku Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, menyampaikan, pemerintah kabupaten Pessel, memberikan BLT  kepada 16.000 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 15 kecamatan, dengan mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 28, 8 milyar

Kemudian, masing masing KK menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu per-bulan, bantuan tersebut akan berlangsung selama tiga bulan.

"Untuk teknis pembagian, pemerintah kabupaten melakukan pencarian melalui Bank Nagari di masing-masing kecamatan," ucapnya.

(Ind)

Berita Terkait

Baca Juga