Terkait Polemik Mangkirnya Bupati Pessel, DPRD Sebut Sekda Tak Beretika

Terkait Polemik Mangkirnya Bupati Pessel DPRD Sebut Sekda Tak Beretika Pimpinan DPRD dan Sejumlah Fraksi DPRD Pessel dikantor DPRD Setempat (Covesia/Indra Yen)
Covesia.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) menilai Sekretaris Daerah Erizon tidak beretika karena telah menuding Wakil Ketua DPRD Jamalus Yatim. 

Dimana tudingan itu, disampaikan Sekda Erizon melalui pemberitaan beberapa media online, bahwa Sekda Erizon mengatakan, bahwa Jamalus Yatim selaku Wakil Ketua DPRD Pessel, tidak tepat menggunakan bahasa pemanggilan terhadap bupati beberapa waktu lalu.

Selain itu, Sekda Erizon juga mengatakan, Jamalus Yatim tidak paham tentang pemerintahan dan dirinya menyarankan untuk lebih banyak belajar. 

Saat ditemui Covesia.com Wakil Ketua DPRD Pessel, Jamalus Yatim membantah, bahwa Sekda harus memahami kontek bahasa pemanggilan. 

Sebab, pemanggilan itu, tertuang berupa surat yang dilayangkan oleh lembaga DPRD, dengan bunyi undangan atau pemanggilan kepada bupati atas nama pemerintahan. 

"Jadi, soal pemanggilan Sekda harus memperhatikan koteks dan objeknya, pemanggilan itu sama dengan undangan. Sebab, bahasa pemanggilan yang disampaikan supaya semua paham dan mengerti," ujarnya pada Covesia.com Kamis (14/5/2020).

Sementara, terkait tudingan Sekda yang menyuruhnya belajar tentang pemerintahan, dia menjawab, Sekda juga harus banyak belajar, tentang bagamaimana bertatanegara yang baik.

"Sekda tidak paham dengan konteks bahasa dan bertatanegara yang baik. Sekda dinilai sudah tak beretika dalam berkata, kalau saya lihat, Sekda sudah keluar dari tufoksi kinerjanya, siapa dia Sekda itu, "ujarnya

Selain itu kata Jamalus, Lembaga DPRD memanggil bupati yang hadir tidak boleh sekda, karena, ini menyangkut penyelenggara pemerintah daerah bukan bicara pelaksanaannya.

Untuk itu, Sekda harus mengetahui tugas dan tanggung jawabnya sebagai orang nomor satu di jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Tupoksinya jelas, Sekda itu top manajemen di pemerintahan, top administrasi, kok tidak paham tentang administrasi, "pungkasnya

Sementara, Sekretaris Daerah Pessel, Erizon ketika dihubungi mengatakan, terkait persoalan ini, ia berharap terkait persoalan ini tidak berkelanjutan. 

Karena, pemerintahan itu terdiri dari Pemerintah Daerah dan DPRD disini kita adalah mitra. 

"Jadi, kita tidak boleh saling salah menyalahkan dan saling mengkoreksi diri masing-masing. Apalagi saat ini kita sedang pandemi Covid-19,"ucapnya

Kemudian katanya, dirinya nanti akan mengundang Wakil Ketua Jamalus Yatim, untuk datang ke sekretariat Covid-19. 

"Agar beliau melihat apa yang dikerjakan tim gugus penanganan Covid-19," tutupnya

(ind)

Berita Terkait

Baca Juga