Juni, Penderita Tumor di Padang Pariaman Butuh Biaya untuk Pengobatan

Juni Penderita Tumor di Padang Pariaman Butuh Biaya untuk Pengobatan Pihak Nagari Koto Dalam Selatan mengunjungi Juni penderita tumor dibagian pencernaan.

Covesia.com - Menderita Gastro Intestinal Stromal Tumor (GIST), yaitu tumor yang berada dibagian pencernaan, membuat Juni Arita (36) hanya bisa terbaring di tempat tidur di rumah milik orang tuanya di Korong Puah Manih, Nagari Koto Dalam Selatan, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman.

Penyakit tersebut deketahuinya setelah diagnosis oleh pihak rumah sakit pada 2016 lalu. Berobat kian kemari sudah dilakukannya, namun kondisi kesehatannya kian bertambah parah.

Saat ini badannya semakin kurus dan perut yang makin membesar, sehingga ia tidak bisa bergerak sendiri.

Sihingga dalam beraktifitas ibu satu orang anak itu harus dibantu oleh suaminya yang bernama Dahnil Aprianto (41). Mulai dari makan hingga kebutuhan lainnya, serta mengurus putri satu-satunya yang sudah beranjak tiga tahun. 

"Semua suami saya yang mengurusnya, sejak kondisi saya kian memburuk semenjak Oktaber 2019 lalu," sebut Juni Arita saat dikunjungi dikediaman orangtuanya di Korong Pauh, pada Kamis (14/5/2020).

Sebelumnya, Juni bersama keluarga merantau di Pekan Baru, karena kondisi sakit tersebut usahanya harus gulang tikar dan membuat mereka pulang kampung ke Padang Pariaman.

Berobat kian kemari, dan sakit tak kunjung sembuh bahkan makin hari tambah parah, sehingga keuangannya juga kian menipis.

Karena kekurangan biaya, sekarang ini hanya bisa dilakukan pengobatan dengan tradisional dan herbal. 

"Waktu dulu memang ada suami punya usaha, tetapi semenjak mengurus saya sakit, usaha itu tidak jalan lagi," sebutnya dengan mata berkaca-kaca. 

Untuk berobat ke rumah sakit pun juga terkendala biaya. Juni dan keluarga memang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, tetapi semenjak Desember 2017 lalu tidak lagi dibayarkan iurannya, karena tidak ada biaya tersebut. 

"Waktu suami punya usaha kami masih sanggup bayan iuran BPJS, tetapi saat ini tidak sanggup lagi," ucap Juni. 

Sementara Dahnil Aprianto yang juga ikut menceritakan kondisi istrinya menyampaikan, bahwa dulu Juni pernah mengalami sakit dan telah dilakukan operasi di rumah sakit swasta di Kota Pekan Baru.

"Operasi itu dilakukan pada tahun 2016 lalu, dan operasi pertama ini berhasil dikeluarkan tumor dari perut Juni seberat 5 kilogram," jelasnya. 

Namun, saat itu masih ada satu tumor lagi yang mempel di dekat hulu hati Juni, tapi dokter tidak ingin mengambil resiko sehingga satu tumor itu tidak diangkat saat itu, dan disarankan istri saya untuk melakukan kemoterapi," ungkapnya. 

Saat kondisi Juni seperti itu, Allah juga memberikan rezeki pada pasangan tersebut, dimana tidak lama setelah operasi Juni juga dinyatakan postif hamil. Saat konsul ke dokter, ia diberikan pilihan memepertahankan janin atau mengobati penyakit.

"Saat itu kami belum punya anak, maka kami pilih mempertahankan janin," ujarnya. 

Tidak sampai di sana, Juni kembali melakukan operasi setelah melahirkan anak pertamanya. Saat operasi kedua itu, berhasil keluar tumor tersebut sekitar 1,5 kilogram.

Sementara itu, Walinagari Koto Dalam Selatan, Masywarah juga datang menyambangi Juni tersebut mengatakan, akan berupaya mencarikan jalan keluar dari masalah yang tengah dihadapi oleh masyarakatnya itu. 

Diantanya solusi mencari jalan untuk mengaktifkan lagi BPJS yang bersangkutan sehingga bisa dilakukan penagangan kesehatan oleh pihak rumah sakit.

"Salah satu kendalanya saat ini biaya, dimana BPJS ini sudah lama tidak dibayarkan," katanya.

Masywarah juga berharap, kepada pembaca yang ingin membatu Juni tersebut, bisa menghubungi Dahnil Aprianto (081351411952) suaminya.


(pri)

Berita Terkait

Baca Juga