Hindari Tumpang Tindih, Rumah Penerima Bantuan di Agam Diberi Tanda 

Hindari Tumpang Tindih Rumah Penerima Bantuan di Agam Diberi Tanda  Pemerintah Nagari Padang Lua Agam sedang memberikan tanda di rumah warga yang mendapat bantuan (Covesia/Istimewa).

Covesia.com - Untuk menghindari tumpang tindih atau data ganda penerima bantuan, Pemerintah Nagari Padang Lua, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, berikan tanda di rumah warga penerima.

Walinagari Padang Lua, Edison mengatakan, setiap penerima bantuan baik program bantuan sosial di daerah maupun yang berasal dari provinsi atau pusat, akan diidentifikasi langsung oleh pemerintah nagari berupa pemasangan stiker atau cat, hal itu sebagai tanda serta bentuk transparansi pemerintah untuk masyarakat banyak.

"Jadi bagi semua yang sudah menerima bantuan akan diberi tanda di rumahnya, jadi masyarakat bisa tau dan tidak ada data yang ditutup-tutupi," ujarnya.

Selain itu pemberian tanda di dinding rumah tersebut juga bisa menjadi bahan pertimbangan apakah warga tersebut memang layak dibantu atau tidak. "Alhamdulillah sebagian besar masyarakat setuju namun ada juga yang menolak, namun ini harus tetap kita laksanakan," terangnya.

Sementara itu Bupati Agam, Indra Catri memberikan apresiasi kepada Pemerintah Nagari Padang Lua dan nagari lainnya yang berani mengambil sikap walaupun ada juga sebagian kecil masyarakat yang merasa keberatan.

Menurutnya, hal yang sama nantinya juga akan diberlakukan untuk seluruh nagari di Kabupaten Agam, terutama dalam menyalurkan bantuan dalam rangka penanganan dampak ekonomi dari bencana Covid-19. 

"Kita beri Apresiasi, ke depan, semua rumah yang mendapat bantuan akan dipasangi stiker agar diketahui oleh petugas dan juga masyarakat lainnya sekaligus menghindari perbuatan curang, selain itu stiker dan tanda ini juga bisa sebagai penanda bagi petugas untuk mengucurkan bantuan bulan berikutnya," katanya saat berbincang bincang Rabu (13/5/2020).

Pihaknya berharap, pemilik rumah dapat menjaga stiker tersebut dengan baik, jika stiker ini hilang atau dicabut kemungkinan bantuan untuk bulan berikutnya tidak dapat diberikan. 

"Untuk selanjutnya seluruh Walinagari akan merekam dan menyimpan data penerima bantuan tersebut, dan ketika diperlukan data tersebut dapat diakses kembali dengan cepat. Selain itu kita berharap pemilik rumah untuk bisa menjaga tanda tetap utuh, jika hilang ada kemungkinan hak bantuan akan dicabut," tegas Indra Catri.

(jhn)

Berita Terkait

Baca Juga