Gerindra SP 1 Kader yang Cekcok dengan Petugas PSBB Agam

Gerindra SP 1 Kader yang Cekcok dengan Petugas PSBB Agam Anggota DPRD Pasaman, Martias (Dok Pribadi)

Covesia.com-Ketua DPC Partai Gerindra sekaligus tengah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Pasaman, Bustomi mengaku tengah menerbitkan Surat Peringatan (SP) 1 terhadap salah seorang kader, Martias alias Kuncoro yang saat ini menjabat Anggota DPRD Pasaman.

Bustomi mengatakan keputusan itu diambil atas sikap tidak beretika sekaligus menunjukan sosok tidak bermoral hingga sempat cekcok dengan petugas PSBB di posko perbatasan Kabupaten Agam dengan Kabupaten Pasaman sekitar pukul 10.40 WIB, Selasa (12/5/2020) tadi.

"Saya juga berkoordinasi tadi dengan pengurus DPC Gerindra Pasaman, Fraksi Gerindra, pengurus DPD Gerindra Sumbar maupun DPP Gerindra. Perbuatannya melanggar AD/ART Partai secara etika. Karena sikap beliau yang tidak beretika dan tidak bermoral, makanya kita berikan Surat Peringatan (SP) 1 atas perbuatannya tersebut," terang Bustomi saat diwawancarai oleh Covesia.com, di Lubuk Sikaping, Selasa (12/5/2020).

Bustomi menilai sikap Martias jelas sangat mencoreng nama baik Partai Gerindra juga lembaga DPRD Pasaman.

"Sangat tidak beretika. Padahal kita sudah bersusah payah membangun citra positif anggota DPRD Pasaman di mata masyarakat. Apalagi dilakukannya kepada petugas posko PSBB. Ini jelas sangat bertolak belakang dengan keseriusan pemerintah dalam penanggulangan Covid-19," tambah Bustomi.

Ia juga tengah berkoordinasi dengan Badan Kehormatan (BK) DPRD Pasaman akan sikap Martias tersebut.

"Secara Partai sudah kita putsukan diberikan SP 1. Secara kelembagaan sudah saya komunikasikan dengan BK DPRD Pasaman akan kejadian ini," katanya.

Ia berharap kejadian serupa tidak lagi terulang kembali kepada anggota DPRD Pasaman lainnya.

"Jadilah contoh yang baik ditengah-tengah masyarakat dengan jabatan kita sebagai wakil rakyat. Jaga etika dan moral. Jalankan tugas yang merupakan amanah masyarakat dengan baik. Akan tetapi jika masih berulang akan kembali ditindak tegas," ungkapnya.

Sebelumnya, contoh tidak terpuji diperlihatkan salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), setelah videonya yang viral saat ditegur petugas untuk mematuhi protokol PSBB di daerah itu.

Diketahui , sebuah video yang berdurasi 1 menit 34 detik viral di sejumlah grup WhatsApp. Terlihat terjadi pertengkaran mulut antara petugas perbatasan pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) perbatasan Kabupaten Agam dan Pasaman dengan salah seorang wakil rakyat Pasaman yang  inisial M sedang berada diatas mobil Mitsubishi Pajero Sport dengan Nomor Polisi BA 1240 DA.

Kepala Posko Covid-19 Agam, Syafrizal membenarkan Perihal Video tersebut dan mengaku ia lah yang memberi arahan kepada pengemudi kendaraan sekitar pukul 10:40 WIB tadi.

Dijelaskan Syafrizal, seperti biasa setiap mobil yang melintas selalu diberhentikan dan sopir dan seluruh penumpang diperiksa suhu tubuh dan disuruh mengenakan masker termasuk mobil wakil rakyat Pasaman yang hendak melintas tersebut.

Namun saat Martias diberhentikan, pihaknya sudah melihat tatapan tidak senang dari sopir dan penumpang mobil saat diminta turun sopirnya. Usai diperiksa sopirnya sudah naik kembali ke atas mobil namun Martias ini masih duduk dan belum mau turun.

Martias akhirnya mau turun juga dan ikut melakukan pemeriksaan suhu tubuh. Usai pemeriksaan petugas kemudian menanyakan maskernya.

Tidak adanya penutup mulut dan hidung tersebut, petugas kemudian menyuruh sopir berbaliak arah dan mencari masker untuk diizinkan melintas.

Alih-alih mengikuti instruksi petugas, Martias malah memerintahkan sopir untuk melaju kendaraan dan meninggalkan petugas.

Saat pergi Martias mengeluarkan kata-kata kotor, sehingga membuat warga yang tingga di dekat pos keluar untuk melihatnya.

Atas kejadian tersebut Syafrizal berharap seluruh pengemudi dan penumpang kendaraan bisa mematuhi aturan yang telah ditentukan.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga