Terkait Dugaan Korupsi Incenerator, Rekanan Kembalikan Kerugian Negara Senilai Rp1,6 Miliar

Terkait Dugaan Korupsi Incenerator Rekanan Kembalikan Kerugian Negara Senilai Rp16 Miliar Sumber: istimewa

Covesia.com – Polemik dugaan Korupsi Pengadaan Incenerator (Alat Pembakaran Sampah Medis-red) di RSUD Adnan WD Payakumbuh yang terus bergulir sejak tahun 2017 silam, membuat rekanan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 1.6 Miliar. Penyerahan uang ini langsung disaksikan oleh Direktur RSUD Adnan WD, Elfiza Naldi, Badan Keuangan Pemko Payakumbuh dan Kacab Bank Nagari Payakumbuh.

"Hari ini dilakukan penyetoran dana sebesar Rp1.659.277.273 oleh pihak ketiga berhubungan dengan kegiatan pengadaan incenerator tahun anggaran 2016," terang Efriza Naldi.

Uang tersebut, katanya langsung masuk ke kas daerah. Saat penyetoran, uang sebanyak Rp1,6 miliar itu, disusun bertumpuk dimeja lantai III kantor Bank Nagari Cabang Payakumbuh. Terdiri dari pecahan Rp 50ribu, pecahan 20ribu, pecahan 10ribu dan Rp5 ribu.

Secara terpisah, terkait pengembalian uang akibat kerugian negara tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh Suwarsono melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Satria Lerino  dan Kepala Seksi Intelijen Robby hal tersebut sah-sah saja dilakukan oleh pihak rekanan.

Tetapi, katanya, untuk proses hukum terhadap perkara pengadaan incenerator tersebut masih berjalan. "Kita tidak melarang tetapi proses hukumnya sampai hari ini masih berjalan,"tegasnya.

Untuk proses hukum, penyidik tidak hanya menggeledah RSUD Adnan Wd Payakumbuh dan menyita sejumlah dokumen penting saja. Tetapi sejumlah saksi-saksi serta pihak yang tekait terhadap kegiatan incenerator tersebut sudah dipanggil penyidik untuk dimintai keterangannya.

Pengembalian uang akibat kerugian negara yang dilakukan pada Rabu (8/4/2020) itu, merupakan yang terbesar di Payakumbuh. Sejauh ini, belum pernah dilakukan pengembalian uang kerugian negara oleh pihak ketiga mencapai Miliaran Rupiah untuk distorkan ke kas daerah. 

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga