Sepi Pembeli, Omset Pedagang di Pasaman Turun Hingga 50 Persen

Sepi Pembeli Omset Pedagang di Pasaman Turun Hingga 50 Persen Suasana jual beli di pasar tradisional Lubuk Sikaping, Kamis (9/4/2020)

Covesia.com - Para pedagang di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mulai mengeluhkan sepinya pembeli sejak wabah corona (Covid-19) melanda dalam kurun waktu sebulan terakhir ini.

Seperti pantauan Covesia.com, di Pasar lama Lubuk Sikaping merupakan pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas jual beli bagi masyarakat tampak sepi.

"Saat ini pembeli makin sepi. Mungkin kebanyakan warga memilih untuk berdiam diri di rumah,” ungkap Edi Saputra (40) salah seorang pedagang bawang dan cabe di Pasar lama Lubuk Sikaping, Kamis (9/4/2020).

Edi Saputra menyebutkan biasanya pembeli ramai mampir ke tempatnya untuk membeli bawang, cabe giling atau hanya sekedar berseliweran diantara lorong depan ia berjualan. Namun, sejak pagi ditempatnya berjualan hanya beberapa orang yang membeli. Begitu juga kios pedagang lainnya nampak sepi dari aktivitas jual beli sehingga berdampak pada kami.

"Biasanya, sebelum adanya virus corona ini dalam sehari, jual beli saya di pasar ini berkisar sebesar Rp4 juta perhari. Namun, karena dampak corona saat ini jual beli saya belum sampai separoh dari jual beli sebelumnya," katanya. 

Hal senada juga disampaikan oleh, Ni Ris (40) pedagang acessories di pasar itu. Ia mengatakan, jual beli acessories miliknya juga sepi pembeli. "Dari pagi tadi hingga siang ini sepi pembeli. Alun pacah talua dari pagi lai pak," keluhnya. 

Dia menyebutkan, dampak virus corona berdampak pada pedagang kecil seperti kami ini. Bahkan, apalagi terkait adanya warga Pasaman yang kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Ahmad Muchtar (RASM) Bukittinggi yang terpapar virus corona sehingga menjadi pembicaraan hangat bagi pedagang.

“Hampir semua orang membicarakan soal adanya warga Pasaman yang menjalani perawatan di RSAM karena virus corona. Sehingga, pembeli dan kami selaku pedagang jadi khawatir juga,” ujarnya. 

Ris berharap, virus corona ini segera berakhir, sehingga warga dapat beraktifitas sedia kala. 
Begitu juga yang dikeluhkan oleh, Ril (42) pedagang ayam di pasar itu. Saat ini harga jual ayam potong Rp18.000 - Rp20.000/kilonya. Penurunan harga ayam potong ini sudah terjadi sejak seminggu yang lalu. 

"Meskipun harga ayam potong turun, namun sepi pembeli. Buktinya dalam sehari jual beli kita berkisar Rp.1,8 juta rupiah, tapi sampai siang ini jual beli kita belum sampai Rp1 juta," terangnya. 

Informasi yang dihimpun untuk harga sejumlah komoditi pada pekan ini di pasar Lubuk Sikaping itu, juga tak menentu. Harga begitu fluktuatif. Ada yang naik, dan ada yang turun secara tiba-tiba. 

Seperti cabe merah. Pekan lalu masih dikisaran Rp.30.000/Kg, namun pekan ini sudah anjlok Rp.5.000 1/4 Kg atau hanya Rp.20.000/Kg. Sedangkan cabe gilang merah juga turun, dari Rp.35.000/Kg, menjadi Rp.25.000/Kg.

Sementara itu bawang merah dan bawang putih mengalami sedikit kenaikan dikisaran Rp.3.000 hingga Rp.5.000 per-kilogramnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga