Genius Umar: Semua Masyarakat Harus Bersatu Lawan Covid-19

Genius Umar Semua Masyarakat Harus Bersatu Lawan Covid19 Walikota Pariaman, Genius Umar (Foto: Peri/ Covesia)

Covesia.com - Walikota Pariaman, Genius Umar menyebutkan, untuk mengatasi Covid-19 ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja. Namun semua komponen masyarakat harus saling mendukung.

"Sebab, Covid-19 ini merupakan pandemi dan musuh kita bersama. Karena Covid-19 tidak hanya menguji sistem kesehatan, akan tetapi juga menguji solidaritas kita sebagai bangsa dan masyarakat," sebut Genius pada Selasa (7/4/2020).

Lanjut Genius, untuk itu mari semua bangkit dan perkuat semangat gotong royong untuk membasmi penyebaran virus Covid-19 di Sumatera Barat.

"Karena penyebaran Covid-19 ini tidak terkendali, tidak hanya berdampak terhadap aspek kesehatan, akan tetapi banyak aspek turunannya yang akan terjadi," jelas Genius. 

Seperti krisis dan kerawanan ekonomi tidak terelakkan, keberlangsungan pendidikan, terhambatnya laju pembangunan daerah dan bahkan akan berpotensi terhadap gangguan stabilitas keamanan dan ketentraman masyarakat.

"Mari sama-sama kita menangani masalah Covid-19 ini dengan sungguh-sungguh. Tidak ada kata terlambat," ujarnya.

Pemerintah telah menetapkan sejumlah regulasi untuk melawan wabah Covid-19, terakhir menetapkan kebijakan PSBB yang di kukuhkan dengan Peraturan Pemerintah  Nomor 21 tahun 2020. Pilihan-pilihan yang diambil oleh pemerintah tentu tidak bisa memuaskan semua pihak, akan tetapi perlu disadari bahwa pilihan tersebut tentu sudah berdasarkan pertimbangan dan analisa yang matang dengan memperhatikan semua aspek dan kondisi yang ada ditengah-tengah masyarakat. 

Oleh sebab itu, kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah, bukan untuk diperdebatkan lagi, akan tetapi untuk dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh semua pihak.

"Kita bersama-sama perlu mengawal dan disiplin menerapkan pyisical distancing, mulai dari lingkungan yang paling kecil di rumah tangga, RT, RW, kelurahan sampai pada lingkup yang lebih luas. Kedisiplinan kita, akan sangat besar artinya untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini di Sumatera Barat," ungkapnya. 

Perlu ada kesadaran dan pemahaman yang sama dalam melaksanakan pyisical distancing ini. Jangan sampai ada pihak-pihak yang membelok-beloknya maksud dan pemahamannya, sehingga terjadi kesalahpahaman ditengah-tengah masyarakat. 

Genius menyebutkan, melihat angka kenaikan penularan virus Covid-19 yang semakin tinggi, ke depan banyak persoalan dan tantangan yang akan dihadapi bersama. Untuk itu, semuanya harus menyiapkan diri untuk menghadapinya.

"Karena kita tidak ingin mati konyol karena kelalaian kita mempersiapkan diri. Kemudian pemerintah daerah, jangan hanya mengandalkan datangnya bantuan dari pemerintah pusat," sebutnya. 

Karena dalam kondisi saat ini, tidak ada alasan bagi daerah bahwa APBD nya kecil atau terbatas, sehingga tidak bisa mengalokasikan anggaran untuk penanganan Covid-19. Pemerintah daerah perlu mengalokasikan anggaran yang cukup untuk mengatasi penyebaran dan dampak Covid-19. Maka dari itu harus pro aktif dan inovatif mencari sumber-sumber pembiayaan untuk mengatasi Covid-19, termasuk meresposisi kembali target kinerja serta kegiatan-kegiatan yang kurang prioritas. 

"Disamping fokus pada sektor kesehatan, kita tidak boleh abaikan juga dampak lain yang akan ditimbulkan dari wabah virus Covid-19 ini. Goncangan ekonomi, tidak bisa tidak, pasti akan terjadi. Angka pengangguran dan kemiskinan akan semakin tinggi, akibat tidak bergeraknya sektor ekonomi. Harga barang-barang melambung tinggi, apalagi dalam waktu dekat umat Islam akan memasuki bulan suci ramadan," ungkapnya. 

Dalam kondisi tersebut, pemerintah daerah perlu melakukan pengendalian pasar, menjamin ketersediaan barang untuk kebutuhan pokok serta menjamin kestabilan harga. Ini tentu tidak bisa menjadi tugas dan kewajiban pemerintah daerah saja. Namun kesadaran dari pelaku ekonomi untuk menunjukan sikap nasionalisme dan ikut berpartisipasi dalam penanganan dampak virus Covid-19 ini.

"Kita tentu sangat berharap, kepada pelaku ekonomi, untuk tidak bermain-main atau justru memanfaatkan keadaan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, ditengah penderitaan masyarakat," katanya. 

(pri)

Berita Terkait

Baca Juga