Fraksi Demokrat DPRD Pessel, Sepakat Hentikan Pembangunan Mesjid Terapung Antisipasi Covid-19

Fraksi Demokrat DPRD Pessel Sepakat Hentikan Pembangunan Mesjid Terapung Antisipasi Covid19 Ilustrasi foto Mesjdi Tarapung di Carocok Painan, Pessel. (Istimewa)

Covesia.com - Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) Ikal Jonode sepakat menghentikan pembangunan mesjid terapung di Pantai Carocok, untuk antisipasi dan penanganan Covid-19. 

"Kami sepakat menunda pembangunan masjid terapung itu, idealnya dana pembangunan dialihkan untuk covid-19 dan masyarakat miskin yang bergerak di UMKM,"sebutnya pada Covesia.com Selasa (7/4/2020). 

Karena menurutnya, saat ini lebih penting melakukan penanganan Covid-19 di Pessel. 

Sebab, diketahui pembangunan masjid terapung tersebut menelan anggaran APBD Pessel tahun anggran 2019 Rp27 miliar.

"Alasan fraksi menghentikan pembangunan masjid terapung, karena tidak penting, karena, masjid dan mushala disekitar Pantai Carocok masih layak untuk beribadah,"katanya

Ia menambahkan, besarnya anggaran untuk pembangunan masjid terapung lebih banyak digunakan ke hal yang lebih baik dan penting. 

Salah satunya kata Ikal, lebih baik dana itu dipergunakan untuk kepentingan masyarakat miskin, terutama untuk mendongkrak perekonomian masyarakat Pessel. 

Kemudian, hal yang lebih penting saat ini yaitu, untuk mengatasi dan penanganan Covid-19. 

"Kita tahu, Pessel butuh anggaran besar untuk penanganan Covid-19, selain untuk penuntasan kemiskinan melalui sektor UMKM,"pungkasnya

Diketahui, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bawah angka kemiskinan Pessel sejak 2 tahun terakhir masih bertengger di posisi keempat tertinggi dari 19 kabupaten/kota di Sumbar.

Artinya, kemiskinan Pessel masih di atas rata-rata angka provinsi. Bahkan di bawah target dalam RPJMD 2016-2021. Sesuai visi dan misi bupati yang mematok kemiskinan pada 2018 hanya 7.18 persen.

Selanjutnya, pada periode tersebut kemiskinan di Pessel masih 7.59 persen, turun dari 7.97 persen di periode sebelumnya. Sedangkan provinsi hanya 6.65 persen.

Jadi, jumlah warga miskin Pessel sebanyak 34.900 jiwa, dari 460 ribu jiwa total penduduk. Jika mengacu pada 40 persen masyarakat berpenghasilan terendah, penduduk miskin Pessel tercatat 227 ribu jiwa.

(idr)

Berita Terkait

Baca Juga