Sempat Kontak dengan PDP, Gugus Tugas Lakukan Rapit Test Puluhan Warga Pasaman

Sempat Kontak dengan PDP Gugus Tugas Lakukan Rapit Test Puluhan Warga Pasaman Tim medis saat melakukan rapit test terhadap warga di Kecamatan Simpati, Pasaman, Selasa (7/4/2020). (Foto: Istimewa)

Covesia.com-Tim medis gugus tugas percepatan penanganan virus corona (Covid-19) Kabupaten Pasaman turun melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap puluhan warga setempat untuk memperkecil ruang penyebaran virus corona tersebut.

Ketua Gugus Tugas, Yusuf Lubis melalui koordinator informasi publik, Williyam Hutabara mengatakan tim medis memeriksa kesehatan bagi waega yang sempat melakukan kontak sosial dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona di Kecamatan Simpati dan Tigo Nagari.

"Usai dinyatakan pasien PDP berinisial Y (43) positif terinfeksi (Covid-19), tim medis langsung menelusuri riwayat kontak sosial pasien. Dari data yang didapat, pasien sudah banyak melakukan kontak sosial dengan berbagai orang di berbagai tempat khsususnya di Kecamatan Simpati dan Tigo Nagari. Makanya dilakukan Rapit Test untuk memastikan mereka tidak ikut terjangkit Covid-19," kata Williyam Hutabarat didampingi Kabid. Humasy, Aprialdi Said di Kominfo Pasaman, Selasa (7/4/2020).

Williyam Hutabarat menyebutkan hingga saat ini sudah dilakukan Rapit test terhadap 31 warga yang tersebar dibernagai tempat di Kecamatan Simpati.

"Kami juga mendapat keterangan dari pasien bahwa saat sakit sempat berobat kesalah satu dukun di Kecamatan Tigo Nagari. Ada lima orang yang bakal kami periksa disana," katanya.

Ia menyebutkan Rapit Test itu merupakan diagnostic untuk keperluan medis yang mudah dilakukan serta memberikan hasil yang cepat.

"Untuk hasil pemeriksaan dapat diterima pada hari yang sama dalam waktu kurang dari 2 jam bahkan biasanya membutuhkan waktu kurang 20 menit. Namun untuk hasil rapit test nanti disampaikan setelah selesai melakukan pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan," katanya.

Ia juga meminta kepada masyarakat setempat yang sempat melakukan kontak sosial dengan pasien agar jujur dan tidak takut untuk memeriksakan diri ke petugas medis.

"Tidak usah malu untuk memeriksakan kesehatannya kepada tim medis yang datang. Terbuka saja dan jangan ditutup-tutupi. Karena ini bukanlah aib, namun untuk keselamatan kita semua dari wabah corona ini," tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga