Jenazah PDP Asal Payakumbuh Dimakamkan Sesuai SOP Covid-19

Jenazah PDP Asal Payakumbuh Dimakamkan Sesuai SOP Covid19 Proses pemakaman jenazah Pasien dalam Pengawasan asal Payakumbuh, Sabtu (4/4/2020)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Salah seorang warga Kota Payakumbuh yang meninggal di Rumah Sakit Achmad Moechtar Bukittinggi, Sabtu (4/4/2020) siang, dimakamkan secara SOP Pasien Covid-19. Jenazah dimakamkan di Nan Kodok, Kecamatan Payakumbuh Utara oleh tim medis RS Achmad Moechtar berpakaian APD lengkap sekitar pukul 17.30 WIB.

Selama prosesi pemakaman ini, terlihat sejumlah anggota Satpol PP dan Kepolisian berjaga di sekitar pemakaman. Tim medis membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menggelar prosesi pemakaman.

Kepala Dinas Kesehatan Pemko Payakumbuh, Bakhrizal mengatakan pihaknya memang menggelar prosesi pemakaman sesuai SOP Covid-19. Hal ini atas permintaan dari pihak RS Achmad Moechtar karena ada riwayat pasien melakukan kontak langsung dengan keluarganya yang baru saja pulang dari daerah terjangkit (Jakarta-red).

“Memang kami lakukan secara SOP Covid-19. Ini permintaan dari RS Achmad Moechtar setelah dilakukan wawancara dengan keluarga almarhum, bahwa pernah kontak langsung dengan keluarga yang baru saja pulang dari Jakarta,” sebut Bakhrizal kepada Covesia,com.

Disebutkannya, walaupun prosesi pemakaman dilakukan secara SOP Covid-19, bukan berarti almarhum adalah pasien positif terjangkit virus Covid-19. Hal tersebut perlu menunggu hasil laboratorium dari Tenaga ahli perihal hasil test Covid-19 almarhum.

“Jadi sifatnya kami hanya melakukan tindak kewaspadaan saja. Soal hasilnya tunggu hasil lab. Tim medis dari RSAM sudah mengambil beberapa sampel dari tubuh almarhum untuk dilakukan tes lab untuk Covid-19,” sebutnya.

Sementara itu Wakil Satgas Covid-19 RSAM Bukittinggi, Dr Dedi Herman menyebutkan Pasien berasal dari Payakumbuh ini memiliki gejala Pneumia atau gejala stroke. Saat di RSAM, dibantu dengan alat pernafasan dimana perawat yang menanganinya tanpa memakai APD.

Saat dilakukan wawancara dengan pihak keluarga, ternyata ada pengakuan bahwa almarhum pernah melakukan kontak langsung dengan salah seorang keluarga yang baru pulang dari Jakarta tanggal 23 Maret 2020.

“Artinya itu masih masa inkubasi dan kita akan perlakukan pasien yang meninggal ini seperti PDP Covid-19,” terang Dr. Dedi Herman.

Saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah almarhum terpapar virus Covid-19 atau tidak. Untuk itu, perlu pengechekan dari tenaga ahli di Labor pengujian Covid-19.

“Belum bisa disebutkan terpapar atau tidak. Hasil labornya belum keluar,” katanya.

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga