DPRD Pasaman Pangkas Anggaran 15 Persen untuk Penanganan Covid-19

DPRD Pasaman Pangkas Anggaran 15 Persen untuk Penanganan Covid19 Pimpinan DPRD Pasaman saat diwawancarai awak media (Dok Covesia)

Covesia.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat memutuskan untuk memangkas sebanyak 15 Persen anggaran tahun 2020 untuk penanganan Virus Corona (Covid-19).

Ketua DPRD Pasaman, Bustomi menegaskan anggaran tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan dalam pencegahan Covid-19.

"Sebanyak 15 Persen dari total anggaran tahun 2020. Kami sudah hitung-hitung bersama seluruh ketua Fraksi, nominalnya mencapai Rp3 Miliar. Tetapi perlu kami tegaskan, anggaran ini harus tepat sasaran dan manfaatnya. Haram hukumnya untuk kegiatan seremonial yang tidak berarti itu," kata Bustomi, Sabtu (4/4/2020).

Namun sebelum pencairan dana itu kata Bustomi bakal memanggil tim gugus tugas penanganan Covid-19 setempat guna mempertanyakan sejauh mana dan rencana kegiatan penanggulangan wabah corona.

"Saat ini gugus tugas harus memenuhi perlenagkapan para tenaga medis baik APD, masker, dan lainnya. Karena mereka garda terdepan dalam menangani pasien. Jangan sampai tenaga medis duluan takut dari masyarakat saat berhadapan dengan pasien. Kemudian penyemprotan disinfektan harus merata, jangan banyak seremonial saja," katanya.

Ketua Fraksi PAN, Yulisman juga sangat menyayangkan sampai saat ini belum juga dibuat tempat maupun ruangan karantina warga ODP maupun pasien PDP.

"Artinya kemungkinan penyebaran wabah corona masih terus mengancam maayarakat. Segeralah bekerja dengan cepat, karena  ini semua ditonton masyarakat. Kalau tidak kemungkinan terburuk bisa terjadi di Pasaman dengan virus corona ini," kata Yulisman.

Yulisman juga meminta Dinas terkait mulai memikirkan kemungkinan terburuk bagi ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19.

"Ini kita semua disuruh banyak beraktifitas dirumah, dilarang keluar rumah. Sementara masyarakat kita masih belum mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari kalau tidak bekerja. Belum sektor UKM yang harus gulung tikar karena sepi pembeli, petani ketakutan beraktifitas dan banyak kehilangan pekerjaan. Ini yang jelas terdampak, harus ditangani dengan cepat agar keberlangsungan hidupnya terjamin," katanya.

Sementara Wakil Ketua Fraksi PKS, Danny Ismaya Dt. Sandaran mengatakan tim gugus tugas harus memiliki kesamaan Visi bahwa keselamatan warga adalah hal yang utama dan pertama di atas segalanya termasuk di atas kepentingan ekonomi. 

"Pemerintah daerah harus segera menyiapkan anggaran yang memadai dan proporsional untuk penanganan Covid-19 di Kab.Pasaman. Dimana anggaran tersebut digunakan untuk skala prioritas, bukan hanya untuk kegiatan seremonial saja serta penggunaannya transparan dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Danny Ismaya Dt. Sandaran.

Selanjutnya kata dia Pemerintah Daerah harus mendukung 100 persen kebutuhan para tenaga medis seperti penyediaan APD, Penyediaan Swab Test, penyediaan ventilator, obat-obatan, ruang isolasi dan fasilitas lainnya termasuk insentif bagi Tim yang bekerja menangani Covid-19 di Pasaman.

"Para tenaga medis harus diinapkan khsusus selama penanganan Covid-19. Kita kan punya Hotel Equator, pergunakan saja untuk penginapan tenaga medis," katanya.

Ia juga meminta saling bersinergi dan lepaskan segala perbedaan, serta ambil peran sekecil apapun yang bisa untuk menyelamatkan Pasaman.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga