Pulang dari Jawa Barat, 33 Santri di Pasbar Lakukan Isolasi Mandiri

Pulang dari Jawa Barat 33 Santri di Pasbar Lakukan Isolasi Mandiri Gugus tugas percepatan penanganan virus corona (Covid-19) Pasaman Barat (Dok Covesia)

Covesia.com - Sebanyak 33 orang santri di Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar melakukan isolasi mandiri usai pulang dari salah satu Pesantren di Jawa Barat.

Bupati Yulianto mengatakan puluhan santri itu melakukan isolasi mandiri di daerah Kecamatan Sungai Aur yang langsung diawasi oleh tim Gugus tugas penanganan Covid-19 setempat.

"Mereka terpaksa melakukan isolasi mandiri dan tidak melakukan kontak sosial selama 14 hari kedepan. Karena dari riwayat perjalanannya baru saja sampai dari daerah pendemi Covid-19. Kepada mereka akan dilakukan pengecekan kesehatan dan pengawasan ketat demi memperkecil celah penyebaran Covid-19," terang Yulianto, Kamis (2/4/2020).

Yulianto yang turun langsung memantau puluhan santri itu juga memberikan semangat dan sosialisasi terkait pencegahan Covid-19.

"Tidak ada yang menghendaki ini semua, ini salah satu contoh yang diberikan oleh anak kita. Mereka mengisolasi diri selama 14 hari, karena telah sadar," katanya.

Dirinya mengaku sangat prihatin akan kondisi tanah air saat ini yang tengah dilanda wabah corona.

"Jujur saya sedih dengan kondisi ini, tapi inilah salah satu cara kita dalam memerangi virus Corona ini. Saya bisa membayangkan ketika pulang dari rantau belum bisa berkumpul bersama keluarga. Yakinlah anakku semuanya cobaan ini akan cepat berlalu," ungkapnya.

Pihaknya juga memberikan sejumlah bantuan beras maupun kebutuhan lainnya untuk memastikan keberlangsungan hidup puluhan santri itu selama masa isolasi mandiri.

Sementara Dandim 0305 Pasaman, Letkol Inf. Ahmad Aziz sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pelajar tersebut. Mereka dengan penuh kesadaran melakukan isolasi mandiri tanpa dipaksa terlebih dahulu oleh pemerintah. 

"Saya nilai ini suatu pemandangan yang langka, mereka dengan kesadaran sendiri melakukan karantina mandiri. Ini patut dicontoh oleh masyarakat yang baru pulang dari daerah terjangkit," kata Dandim 0305 Pasaman Letkol Inf. Ahmad Aziz.

Ia menegaskan bahwa corona saat ini bukan aib yang harus ditutup-tutupi setiap pengidapnya.

"Namun cobaan bagi Indonesia bahkan dunia. Maka dari itu, di imbau kepada masyarakat untuk patuh terhadap anjuran pemerintah, tetap semangat dan jaga kebersihan," tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga