DPRD Minta Gubernur Sumbar Tinjau Ulang Penunjukan RSUD Pariaman Sebagai Rujukan Pasien Covid-19

DPRD Minta Gubernur Sumbar Tinjau Ulang Penunjukan RSUD Pariaman Sebagai Rujukan Pasien Covid19 Ketua DPRD Kota Pariaman, Fitri Nora (Peri/Covesia)

Covesia.com - Ketua DPRD Kota Pariaman, Fitri Nora meminta Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) untuk meninjau ulang terkait intruksinya menunjuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman, sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien yang terpapar virus Corona atau Covid-19.

"Sebab terkait itu, kami ditelfon terus oleh masyarakat bahwa mereka menolak RSUD Pariaman dijadikan sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien Covid-19," sebut Fitri Nora saat dihubungi Covesia.com pada Rabu (1/4/2020).

Lanjut Fitri Nora, jadi pihaknya sebagai wakil rakyat tentu harus mendengarkan aspirasi rakyatnya, karena bukan hanya satu orang yang menolak tapi banyak masyarakat.

"Terkait itu, tadi kami sudah mengadakan rapat yang dihadiri oleh seluruh ketua komisi. Jadi hasil rapat itu kami di DPRD meminta gubernur untuk meninjau ulang kembali wacana yang disampaikan untuk menjadikan RSUD Pariaman sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien Covid-19," ungkapnya.

"Kalau dari kami DPRD tidak mungkin menolak, karena itu kebijakan eksekutif, kemudian RSUD Pariaman juga punya provinsi," sebutnya.

Fitri Nora menyebutkan, ada kekhawatiran tersendiri baginya akan ada ejekan dari masyarakat lain, bahwa DPRD Kota Pariaman tidak NKRI atau sensitif segala macam terhadap Covid-19 ini.

"Tapi sebenarnya penolakan itu bukan keinginan kami tapi itu permintaan masyarakat, jadi kami sebagi corong masyarakat harus menyampaikannya," ungkapnya.

Dikatakan Fitri Nora, masyarakat ini menolak karena menurut mereka rumah sakit itu berdiri di tengah pemukiman warga, kemudian sebagian perawat rumah sakit itu ada yang tinggal di rumah kos milik warga, jadi mereka takut virus itu akan cepat menyebar kepada masyarat tersebut.

Fitri Nora mengatakan, untuk menindaklanjuti permintaan masyarakat, pihaknya akan mengirim surat ke Gubernur Sumbar untuk meninjau ulang wacana tersebut.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan anarkis, sabar dan tahan diri dulu," ujarnya.

Kata Fitri Nora, yang hadir dalam rapat tersebut, Ibnu Hajar SH Ketua Komisi I (Partai PAN), M.Yasin Ketua Komisi II (Ketua Fraksi PKS ), Iskandar Ketua Komisi III

(Ketua Fraksi Nasden), Life Iswar (Golkar), Jonasri (Nasdem) dan Ismunandar (PKS).

Sebelumnya, wacana penunjukan RSUD Pariaman, sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien yang terpapar virus Corona atau Covid-19 disampaikan Walikota Pariaman, Genius Umar saat rapat Koordinasi Persiapan Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Terintegritas di Kota Pariaman, bersama tim kesehatan dari RSUD Pariaman, RSUD dr Sadikin, RS Swasta se-Kota Pariaman dan Puskesmas se-Kota Pariaman.

Kata Genius, Itu adalah instruksi Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) bahwa RSUD Pariaman ditunjuk sebagai rujukan bagi pasien yang terpapar Covid-19.

Hal itu karena meningkatnya jumlah kasus Covid-19 secara signifikan dalam satu minggu terakhir di Provinsi Sumbar.

Sementara bagi pasien lain bukan Covid-19 yang ada di RSUD Pariaman akan dipindahkan ke RS dr Sadikin Pariaman dan RS Swasta di Kota Pariaman.

(per/adi)

Berita Terkait

Baca Juga