Pasaman Perpanjang Masa 'Home Learning' Hingga 21 April

Pasaman Perpanjang Masa Home Learning Hingga 21 April Bupati Yusuf Lubis didampingi Ketua Gugus Tugas Mara Ondak (Dok Covesia)

Covesia.com - Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat memutuskan memperpanjang masa belajar di rumah (home learning) hingga tanggal 21 April 2020 mendatang.

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis mengatakan keptusuan itu diambil melihat semakin mengkuatirkannya wabah corona (Covid-19) saat ini.

"Belajar dirumah bagi Siswa PAUD, TK, SD dan SMP hingga tanggal 21 April 2020 mendatang. Hal ini dilakukan dalam rangka upaya memperkecil celah penyebaran Covid-19 dilingkungan sekolah dengan tetap menjalankan aktivitas belajar mengajar dari rumah masing-masing," terang Yusuf Lubis melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Ali Yusri, Rabu (1/4/2020).

Ali Yusri menegaskan kepada kepala sekolah, guru dan tenaga pendidikan tetap mengendalikan aktifitas belajar mengajar siswa dari rumah masing-masing.

"Belajar siswa di rumah harus dipantau dengan ketat sesuai petunjuk teknis yang kami bagikan sebelumnya. Untuk teknis pembelajaran diserahkan kepada masing-masing guru dengan menyesuaikan kondisi masing-masing daerah apakah lewat jaringan internet ataupun via telepon langsung. Agar rencana pembelajaran yang disusun dapat tercapai dengan semestinya," kata Ali Yusri.

Ali Yusri mengatakan selama penerapan sistem home learning menjadi tanggungjawab kepala sekolah untuk memastikan siswa maupun guru tidak berkeliaran diluar rumah.

"Kami minta kepada pengawas guru agar melaksanakan tugas pengawasannya dari rumah. Waktu home learning ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan optimal dengan tetap memperhatikan SOP pencegahan Covid-19," katanya.

Sementara Kabid. Dikdas, Ahdi Susanto meminta kepada para guru untuk aktif melakukan komunikasi dengan pihak orang tua siswa guna memastikan sistem home learning berjalan dengan baik.

"Guru harus intens berkomunikasi dengan orangtua siswa dalam menjelaskan materi pembelajaran. Jangan malah seenaknya memberikan tugas atau materi belajar lalu tidak mengarahkannya. Laksanakan tugas mengajar seyogyanya seorang guru dari rumah masing-masing alias tidak lepas tanggung jawab," kata Ahdi Susanto.

Ahdi Susanto juga meminta kepada para guru maupun tenaga pendidikan juga menjadi yang terdepan dalam mengedukasi Siswa dalam upaya pencegahan Covid-19.

"Edukasi mereka, berikan sosialisasi sebisanya agar paham dalam mencegah Covid-19. Pantau agar tidak berkumpul dengan keramaian, mengarahkan beraktifitas dirumah, dan mengarahkan tata cara menjaga pola hidup sehat. Agar korban Covid-19 tidak semakin bertambah dan sistuasi bisa cepat pulih kembali," tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga