Selama Tiga Bulan, Polres Pasaman Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba

Selama Tiga Bulan Polres Pasaman Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba Suasana pemusnahan ratusan Gram Sabu-sabu di Mako Polres Pasaman, Rabu (1/4/2020).

Covesia.com - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mencatat sudah berhasil menggagalkan peredaran puluhan Kilogram Narkotika sejak bulan Januari-Maret 2020 di daerah setempat.

Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya mengatakan puluhan kilogram Barang Bukti (BB) Ganja yang diamankan itu merupakan hasil pengungkapan dari sembilan kasus Narkotika.

"Untuk Narkotika Golongan I jenis Ganja sekitar 81,5 Kilogram. Kemudian untuk Sabu-sabu sekitar 1,5 Kilogram," terang AKBP Hendri Yahya didampingi Kasatres Narkoba, Iptu Syafri Munir di mako Polres Pasaman, Rabu (1/4/2020).

Dari sembilan kasus Narkotika itu kata dia berhasil diringkus 17 orang tersangka dan empat orang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Dari 17 orang tersangka itu diantaranya 8 orang sudah masuk tahap II dan tengah menjalani persidangan. Kemudian 5 orang masih tahap I (P21) dan 4 orang proses penyidikan," katanya.

Hukuman penjara yang diterima oleh tersangka Narkotika itu kata dia berkisar di atas lima tahun dan paling lama seumur hidup.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman, Adhryansah yang hadir dalam pemusnahan sisa Barang Bukti (BB) itu mengaku sangat prihatin seamkin maaraknya peredaran Narkotika saat ini.

"Dari hasil pengamatan kami akan tingginya kasus Narkotika, bahwa disinyalir daerah Pasaman bukan saja jalur perlintasan para pengedar. Namun juga menjadi salah satu titik transit (edar) Narkotika yang berasal dari daerah Aceh dan Sumut. Kami sangat prihatin akan peningkatan kasus Narkotika di Pasaman yang trennya terus naik tiap tahun," ungkap Adhryansah.

Adhryansah juga menyebutkan bahwa beberapa waktu lalu juga dilakukan penangkapan terhadap peredaran ribuan butir Narkotika jenis Ekstasi dan ratusan Kilogram Ganja yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Ini tidak bisa dibiarkan. Harus ada komitmen semua pihak dalam memberantasnya. Sebab semakin hari kita lihat modus dan teknik pengedarannya semakin massif. Tak jarang melibatkan anak dibawah umur sebagai kurirnya. Untuk itu semoga ini menjadi PR kita bersama, agar masyarakat Pasaman bebas dari Narkotika," tutupnya.

(hri)


Berita Terkait

Baca Juga