Polres Pasaman Musnahkan 961,66 Gram Sabu

Polres Pasaman Musnahkan 96166 Gram Sabu Pemusnahan ratusan Gram Sabu-sabu di Mako Polres Pasaman, Rabu (1/4/20).

Covesia.com - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat memusnahkan sisa barang bukti (BB) narkotika jenis Sabu-sabu sekitar 961,66 gram.

Kapolres Pasaman AKBP Hendri Yahya mengatakan pemusnahan sisa BB itu merupakan hasil dari pengungkapan kasus pengedaran narkotika pada (18/3) lalu.

"Dari operasi penangkapan itu berhasil diamankan dua tersangka yang berinisial berinisial SH (27) dan RZ (19) warga Provinsi Aceh yang membawa satu paket besar narkotika jenis sabu dengan berat sekitar satu Kilogram. 961,66 gram Sabu-sabu ini dimusnahkan dan sisanya sekitar 50 Gram disisihkan untuk kepentingan pembuktian di persidangan," terang AKBP Hendri Yahya di ruang Mako Polres Pasaman, Rabu (1/4/2020).

Hendri Yahya menyebutkan bahwa operasi penangkapan kali ini merupakan penindakan terbesar yang berhasil dilakukan untuk kasus narkotika jenis sabu di daerah setempat.

"Dari operasi penangkapan satu Kilogram Sabu-sabu ini sudah berhasil menyelamatkan sekitar 5.000 jiwa masyarakat dari bahaya narkotika. Diperkirakan semua BB ini bernilai Rp3 Miliar," katanya.

Dari catatannya,pemasok narkotika terbesar ke Sumatera Barat khususnya Pasaman berasal dari Aceh dan Madina-Sumut.

"Daerah Kabupaten Pasaman sebagaimana kita ketahui memang sudah lama menjadi jalur perlintasan dan titik edar barang haram ini, dari daerah Aceh maupun Sumatera Utara. Makanya kita perketat pengawasan di titik perbatasan untuk menggagalkan peredaran narkotika ini," tambahnya.

Pihaknya akan segera melimpahkan berkas perkara narkotika itu ke Kejaksaan Negeri Pasaman untuk disidangkan.

Sementara Bupati Pasaman Yusuf Lubis yang hadir dalam kegiatan itu mengapresiasi keseriusan polisi dalam menindak setiap peredaran narkotika di daerah setempat.

"Dari dulu sudah saya tegaskan bahwa kita menyatakan perang terhadap berbagai bentuk peredaran narkotika di Pasaman. Tidak ada ampun bagi yang nekad mencoba-coba mengedarkan atau memakai narkotika ini. Kapan perlu tersangka ditembak ditempat agar memberikan efek jera," tegas Yusuf Lubis.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga