Dua Warga Pasaman Dilaporkan Berstatus PDP Covid-19

Dua Warga Pasaman Dilaporkan Berstatus PDP Covid19 Ilustrasi (http://Corona.pasamankab.go.id)

Covesia.com - Dua warga Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat dilaporkan berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19).

Data terakhir ini didapatkan sebagaimana dilansir oleh Covesia.com, dari laman http://Corona.pasamankab.go.id update terakhir pukul 10.30 WIB tadi, Rabu (1/4/2020).

Bupati Yusuf Lubis pengarah Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Pasaman melalui koordinator informasi publik, Williyam Hutabarat ketika dikonfirmasi oleh Covesia.com, membenarkan data tersebut.

"Dua warga Kabupaten Pasaman yang bertatus PDP ini sudah dirujuk ke Rumah Sakit Achmd Mochtar Bukittinggi," terang Williyam Hutabarat didampingi Kabid. Humasy, Aprialdi Said, Rabu (1/4) siang.

Williyam Hutabarat menyebutkan dua orang yang berstatus PDP itu masing-masing warga Kecamatan Simpati dan Kecamatan Padang Gelugur.

"Satu orang laki-laki warga Kecamatan Simpati yang memiliki riwayat perjalanan pulang dari daerah pendemi Covid-19 Negara Malaysia. Pasien sampai dari Malaysia ke Pasaman pada tanggal 17 Maret 2020 lalu. Pasien baru ditetapkan status Notifikasi pada tanggal 24 Maret 2020 lalu, karena tak kunjung melaporkan diri ke pihak Puskesmas," katanya.

Namun beberapa hari berselang kata dia pasien mulai merasakan sakit berupa demam.

"Usai memeriksakan diri di Puskesmas Simpati, pasien langsung dirujuk ke RSUD Lubuk Sikaping sekitar pukul 11.00 WIB, (31/3) kemarin. Sesampainya di RSUD Lubuk Sikaping, pasien didiagnosa dokter menderita Demam, Batuk, sesak nafas, dan penurunan keadaan umum tubuh. Sehingga langsung dirujuk ke RSAM Bukittinggi sekitar pukul 15.00, kemarin sore," tambahnya.

Kemudian satu lagi pasien perempuan yang merupakan warga Kecamatan Padang Gelugur tidak memiliki riwayat perjalan dari daerah pendemi Covid-19.

"Pasien dirujuk dari Puskesmas Tapus sekitar pukul 18.00 WIB kemarin. Usai diperiksa dokter, pasien menderita nyeri ubdomen, batuk, menggigil, leukopenia, dan trombosit openia (turun). Sehingga langsung dirujuk ke RSAM Bukittinggi sekitar pukul 24.00 WIB kemarin," katanya.

Pihaknya mengatakan belum bisa menyimpulkan apakah dua pasien tersebut positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

"Nanti kita tunggu hasil pemeriksaan dan uji laboratorium dari pihak RSAM Bukittinggi. Mudah-mudahan dua pasien ini negatif Covid-19," katanya.

Sementara untuk warga Pasaman berstatus Notifikasi hingga saat ini sebanyak 966 orang. Sedangkan status Notifikasi selesai 172 orang.

"Untuk status Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah menjadi 66 orang. Kemudian untuk ODP selesai sebanyak 18 orang," katanya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga