Viral, Orang Tua di 50 Kota Jalan Kaki Sejauh 20 Km Demi Selamatkan Anak yang Terluka

Viral Orang Tua di 50 Kota Jalan Kaki Sejauh 20 Km Demi Selamatkan Anak yang Terluka Foto: Istimewa

Covesia.com - Sebuah postingan Drh. Roza Arianti di halaman Facebooknya menjadi viral di Kabupaten Limapuluh Kota. Postingannya ini menjelaskan telah terjadi kecelakaan terhadap seorang anak bernama Fatir (5) yang tersiram air panas di Kenagarian Suayan, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (30/3/2020) malam. Untuk menyelamatkan si anak, orang tuanya harus menempuh hutan dan perkebunan dengan berjalan kaki sejauh 20 km untuk mencapai Puskesri.

Di dalam foto yang diposting Roza juga terlihat kondisi anak sedang digendong ibunya dengan kondisi memprihatinkan. Hampir separuh (sekitar 40 persen-red) badannya  melepuh dan terluka akibat tersiram air panas. Hal ini mengundang banyak simpati dari masyarakat, Camat Akabiluru, Kris Ladeva dan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan.

Informasi yang dihimpun Covesia.com, terjadi beberapa kesalahan yang diposting oleh Drh. Roza Arianti di halaman Facebooknya. Tentang peristiwa tersiram dan foto yang dipostingnya memang benar. Namun, nama korban adalah Raihan berusia 15 bulan.

Kejadian kecelakaan air panas ini bermula dari sang ibu Silvia Neka Sari (32) tengah menyalin air mendidih yang baru saja dimasaknya ke dalam teko. Namun, saat itu panci tempat air panas ini jatuh. Raihan yang kala itu sedang berada di bawah meja langsung terkena tumpahan air panas tersebut.

Camat Akabiluru, Kris Ladeva menyebutkan kejadian ini murni kecelakaan. Si ibu sedang menyalin air mendidih dari panci ke dalam teko. Ternyata panci yang dipegangnya terjatuh dan menimpa si anak yang sedang bermain di bawah meja.

“Dari keterangan keluarganya, murni kelalaian si ibu. Tidak mengetahui si anak sedang bermain di bawah meja dan panci yang dipegang terjatuh. Langsung mengenai si anak,” sebut Kris ketika di konfirmasi Covesia.com, Selasa (31/3/2020)

Kris juga mengatakan saat kejadian didalam rumah hanya ada Raihan dan ibunya saja. Sang ibu langsung meminta pertolongan ke suami dan kerabatnya di dekat rumah. Raihan yang sebelumnya disebut didalam Postingan Drh. Roza Arianti digendong sejauh 20 km oleh orang tuanya ke Puskesri, hal ini dibantah oleh Kris.

Disebutkan Kris saat Raihan dibawa oleh ayahnya menuju Puskesri, itu memakai sepeda motor bersama kerabatnya. Tujuan pertama mereka adalah Pustu di Kenagarian Suayan. Namun, didalam Pustu tidak ada bidan atau tenaga medis karena sedang diperbantukan dalam program pencegahan Corona.

Kemudian Gustarti melanjutkan perjalanan ke Puskesmas Batu Hampa dengan menutup seluruh badan Raihan dengan kain sarung agar tidak terlihat oleh orang lain. Namun, sesampai di perbatasan Sariak Laweh, ban motor Gustarti bocor. Tanpa pikir panjang, Gustarti langsung bertanya dan bersorak kepada masyarakat dimana pelayanan medis terdekat. Ternyata tidak jauh dari lokasi ban bocor, ada rumah salah seorang dokter. Disinilah pertama kali Raihan mendapatkan pertolongan pertama sebelum dibawa ke Puskesmas Batu Hampa.

“Jadi yang berjalan 20 Km itu tidak benar. Si bapak menggunakan sepeda motor. Pertama si bapak mau menuju Pustu di Suayan, ternyata bidannya tidak ada di lokasi. Kemudian langsung menuju puskesmas Batu Hampa. Tapi di perbatasan Sariak Laweh, ban sepeda motor beliau bocor. Tetapi, lokasi bocor ban ini tidak jauh dari rumah salah seorang dokter. Di sanalah pertama kali diberikan pertolongan pertama. Antara lokasi ban bocor ke rumah dokter, memang di gendong oleh si bapak sekitar 100 meter,” katanya

Selama berjalan 100 meter ini, diakui Kris memang banyak masyarakat yang melihat. Pasalnya, kejadian sore hari dan saat masyarakat ramai bermain maupun berkeliaran di luar. Besar kemungkinan melihat Gustarti berjalan kaki menggendong Raihan dalam keadaan panik, mengira mereka telah berjalan kaki dari Suayan menuju Sariak Laweh.

“Jadi mungkin seperti anggapan masyarakat melihat Gustarti yang tengah panik terburu-buru menuju rumah seorang dokter. Tanpa jelas melihat fakta sebenarnya,” sebut Kris.

Sementara itu Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan mengatakan dirinya telah mengunjungi Raihan di Puskesri Sariak Laweh. Setelah menimbang kondisinya yang cukup memprihatinkan, diputuskan pukul 22.00 WIB dibawa ke RSUD Achmad Darwis Suliki untuk menanganan medis lebih lanjut.

“Tadi malam saya mengunjungi Raihan dan sekarang sudah di RSUD Suliki. Jam 22.00 WIB saya antarkan bersama keluarga, camat dan Walinagari setempat. Sekarang yang bersangkutan sedang di therapy,” sebut Wabup.

Persoalan banyaknya informasi orang tua Raihan merupakan orang tidak mampu, Wabup menyebutkan dirinya bersedia menanggung segala biaya perawatan medis Raihan sampai sehat.

“Seluruh biaya, saya yang menjamin. Untuk orang tua Raihan, tolong fokus saja pada kesehatan anakk. Soal biaya jangan di pikirkan,” jelasnya. 

(agg/adi)

Berita Terkait

Baca Juga