Cari Petai ke Hutan, Seorang Warga Limapuluh Kota Ditemukan Tewas

Cari Petai ke Hutan Seorang Warga Limapuluh Kota Ditemukan Tewas Ilustrasi

Covesia.com - Seorang warga Jorong Sungai Pua, Kenagarian Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban ditemukan tidak bernyawa saat mencari petai di tengah  hutan sendirian, Minggu (29/3/2020) malam. Korban yang bernama Naswardi (49) ini ditemukan dalam kondisi kepala bagian kanan remuk dan baru berhasil dievakuasi dari hutan Senin (30/3/2020) dini hari.

Naswardi yang awalnya permisi kepada istrinya untuk kehutan mencari petai pukul 08.00 WIB, tidak kunjung pulang ke rumah sampai pukul 21.00 WIB. Sang istri dan mertuanya pun menyusul korban ke dalam hutan. Setalah berjalan kaki ke dalam hutan selama dua jam, terlihat tubuh Naswardi tergeletak tak bernyawa. Didalam mulutnya, masih ditemukan bekas nasi seperti orang yang sedang makan. Tidak jauh dari tubuhnya, ada dahan kayu besar yang seperti baru patah diatas tanah.

Melihat korban tidak lagi mungkin diselamatkan, mertua korban langsung bergegas keluar hutan untuk memanggil masyarakat guna mengevakuasi jenazah korban. Proses evakuasi yang melebihi 100 orang ini memakan waktu sekitar 3 jam. Jenazah korban digotong oleh masyarakat menggunakan tandu yang terbuat dari bambu dan kain sarung.

Sesampai di rumah korban yang berjarak sekitar 4 km dari lokasi kejadian, tim medis langsung melakukan visum. Terlihat tengkorak belakang korban bagian kanan remuk dan mata korban terus mengeluarkan darah. Visum ini langsung disaksikan oleh Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan dan Kapolsek Luak, AKP Amirjan.

Kuat dugaan Korban terimpa dahan kayu besar yang patah saat dirinya makan dibawah pohon. Apalagi pada Minggu sore, hampir diluruh kawasan nagari Sitanang dilanda hujan badai.

Kapolsek Luak, AKP Amirjan mengatakan kemungkinan besar korban berteduh dibawah pohon saat terjadi hujan badai. Kemudian korban makan dan tidak sadar ada dahan yang sudah lapuk diatas kepalanya. Dahan inilah yang berkemungkinan besar hinggap di kepala korban dan mengakibatkan meninggal dunia.

“Kemungkinan karena kecelakaan. Tertimpuk dahan kayu yang cukup besar saat hujan badai. Mungkin korban tidak sadar pohon tempat ia berteduh sudah ada yang lapuk karena sedang asik makan,” sebut Kapolsek.

Sedangkan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan menyebutkan setela dilakukan visum luar, dirinya menganjurkan agar korban dilakukan visum dalam atau otopsi. Namun, pihak keluarga menolak dan mengaku mengikhlaskan kepergian korban.

“Setelah dianjurkan untuk otopsi, keluarga korban menolak. Mereka mengaku mengikhlaskan kepergian korban dan agar bisa menyelenggarakan prosesi pemakaman,” sebut Wabup. 

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga