Data Terkini Penanganan Corona Virus di Dharmasraya per Jumat 27 Maret 2020

Data Terkini Penanganan Corona Virus di Dharmasraya per Jumat 27 Maret 2020 Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, dr. Rahmadian. Sumber: Humas Pemkab

Covesia.com - Jumlah warga Dharmasraya yang baru kembali dari daerah terjangkit Covid-19 atau yang disebut dengan PPT (Pelaku Perjalanan daerah Terjangkit), semakin bertambah. Posisi hari Jumat, 27 Maret 2020, jumlah PPT ini bergerak naik menjadi 775 orang, dari angka 595 pada hari sebelumnya.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan, dr. Rahmadian, selaku Juru Bicara Penanganan Covid-19 di Kabupaten Dharmasraya, dikutip Covesia dari rilis Humas Pemkab, Sabtu (28/3/2020). 

Dikatakan Rahmadian, para PPT ini berada dalam pantauan petugas kesehatan yang ada di setiap puskesmas. 

"Untuk PPT ini, pemantauan dilakukan hanya via telepon dan WA. Mereka semua sudah terdata oleh wali nagari, dan sudah dilaporkan ke pihak Dinas Kesehatan," ujar Rahmadian.

Namun, imbuh Rahmadian, jika di antara PPT ini ada yang memiliki keluhan seperti demam di atas 38°C, batuk-batuk, kemudian sesak napas, maka orang ini diarahkan untuk memeriksakan diri ke Covid-19 Centre. 

"Saat ini kita menunjuk dua lokasi yang menjadi Covid-19 Centre, yaitu Rumah Sakit Sungai Rumbai dan Puskesmas Sialang. Orang-orang inilah yang kita namakan Orang Dalam Pemantauan atau ODP," terang Rahmadian.

Hingga Jumat, 27 Maret 2020, sebut Rahmadian, jumlah ODP di Dharmasraya ada 39 orang. 

"ODP ini kita minta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumah," tukasnya.

Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), kata Rahmadian saat ini ada dua orang yang berasal dari Kecamatan Sitiung. 

"Salah satunya saat ini tengah dirawat di RSUP. M.Djamil, Padang," ungkapnya.

Sedangkan untuk pasien positif Corona, ditekankannya, sampai saat ini belum ada di Dharmasraya. 

"Dan kita berharap, jangan sampai ada yang positif Corona di Dharmasraya," harapnya.

Maka dari itu, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap di rumah. Ia menyayangkan, karena sampai saat ini masih banyak terlihat masyarakat, terutama anak-anak muda yang melakukan aktivitas kumpul-kumpul, nongkrong-nongkrong di luar.

"Kalau sempat terinfeksi, ini akan berbahaya. Dia mungkin saja tidak merasakan gejala apa-apa, tapi dia menjadi pembawa virus bagi orang-orang di sekitarnya," terang Rahmadian.

Untuk itu, Rahmadian kembali mengimbau, agar masyarakat patuh terhadap setiap imbauan pemerintah dalam rangka pencegahan penularan Covid-19. 

"Tetap di rumah, jaga kebersihan diri dan lingkungan, terutama sering cuci tangan. Dan juga yang tidak kalah penting, terapkan physical distancing atau jaga jarak, sebagai langkah antisipasi," pungkasnya.

(ril)

Berita Terkait

Baca Juga