Pemkab Agam Turut Tiadakan Salat Jumat

Pemkab Agam Turut Tiadakan Salat Jumat Sekda Agam Martias Wanto (Foto: Covesia/Johan Utoyo)

Covesia.com - Antisipasi penyebaran virus corona COVID-19, Pemerintah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meniadakan shalat jumat dan menggantinya dengan shalat Zuhur dirumah masing-masing. 

Kebijakan tersebut diberlakukan mulai hari ini Jumat tanggal 27 Maret 2020 sampai dengan waktu yang akan diberitahukan berikutnya.

Bupati Agam Indra Catri melalui Sekda Agam Martias Wanto mengatakan, keputusan tersebut diambil dengan memperhatikan dan  mempertimbangan himbauan Gubernur Sumatera Barat Nomor 080/182/Umum-2020 tanggal 26 Maret 2020 perihal penerapan maklumat dan taushiyyah MUI Provinsi Sumatera Barat, serta maklumat Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Agam Nomor: 01/maklumat-MUI Agam/III/2020 tanggal 26 Maret 2020 tentang menyikapi perkembangan wabah covid-19.

"Pemda Agam mendukung maklumat MUI Mengganti Shalat Jumat Dengan Shalat Dzuhur beberapa waktu kedepan hingga kondisi pulih kembali," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com Jumat (27/3/2020).

Dilanjutkan Martias Wanto, selain pertimbanngan Pemprov dan MUI, kebijakan ini juga dikeluarkan setelah mendengarkan saran dan pandangan dari Ketua DPRD Kabupaten Agam, Ketua LKAAM Kabupaten Agam, dan unsur Forkopimda lainnya.

Dijelaskannya, menerapkan social distancing tersebut untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, mengingat sudah ada 2 (dua) orang warga Bukiitinggi yang dinyatakan positif covid-19. 

Sulitnya membatasi interaksi antara Kabupaten Agam dengan Bukittinggi, disamping itu kondisi geografis Kabupaten Agam terletak pada posisi silang baik Sumatera Barat bagian Utara maupun bagian Timur.

Selain meniadakan shalat Jumat dan menggantinya dengan shalat dzuhur di rumah masing-masing, Pemda Agam juga mendukung maklumat MUI Kabupaten Agam untuk tidak menyelenggarakan shalat fardu berjamaah di Masjid/Surau/Mushalla dan melaksanakannya di rumah masing-masing.

"Setiap shalat lima waktu tetap dikumandangkan adzan dengan menambahkan kalimat "SHALLU FII BUYUUTIKUM” diakhir adzan.Kami bergarap semoga kondisi ini tidak berlangsung lama," pungkasnya.

(jhn)

Berita Terkait

Baca Juga