Jumlah Warga Pasaman Berstatus ODP Bertambah Jadi 43 Orang

Jumlah Warga Pasaman Berstatus ODP Bertambah Jadi 43 Orang Foto Bupati, Yusuf Lubis saat melakukan pengecekan suhu tubuh salah seorang warga di Kantor Bupati Pasaman (Dok Covesia)

Covesia.com - Gugus tugas percepatan penanganan virus corona (Covid-19) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mencatat jumlah warga setempat berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah menjadi 43 orang.

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis melalui Koordinator Informasi Publik gugus tugas, Willyam Hutabarat kepada Covesia.com, mengatakan seluruh berstatus ODP itu merupakan warga yang baru saja pulang dari luar negeri.

"Sebelumnya sempat dilaporkan 52 orang berstatus ODP. Namun 9 orang usai menjalani isolasi dan pengecekan kesehatan sudah dinyatakan sehat serta aman dari gejala Covid-19. Sehingga jumlah warga berstatus ODP saat ini sebanyak 43 orang," terang Willyam Hutabarat, Rabu (25/3/2020).

Willyam Hutabarat menyebutkan pihaknya bakal melakukan pemantauan dan pengawasan dengan ketat terhadap puluhan warga berstatus ODP tersebut.

"Beberapa orang memang menjalani perawatan di RSUD Lubuk Sikaping. Sementara sisanya diawasi dengan ketat dan sudah diperintahkan untuk mengisolasi diri dirumah masing-masing dalam waktu 14 hari," katanya.

Pihaknya juga mengaku bakal mengecek secara rutin kesehatannya untuk mencegah masuknya virus corona ke daerah Kabupaten Pasaman.

"Kami dari Gugus Tugas kemarin sangat dipertegas dan dipantau betul bagi masyarakat Pasaman yang pulang dari luar negeri melalui Dinas Perhubungan sebagai koordinatornya. Kemudian untuk warga yang mau bepergian ke luar negeri dilarang sementara. Kecuali memang sangat urgen, itupun nanti lewat pertimbangan tim gugus tugas," tambahnya.

Pihaknya juga meminta kepada masyarakat tidak panik dan memfilter semua informasi seputar virus corona yang diterima.

"Perlu dipahami bahwa status ODP itu artinya orang dalam pemantauan yang belum memiliki gejala penyakit apa-apa. Orang ODP ini sempat bepergian keluar Negeri daerah episentrum corona atau sempat melakukan kontak fisik dengan orang diduga positif virus corona. Sehingga untuk keamanan perlu dilakukan pemantauan," katanya.

Sementara untuk status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) merupakan orang yang sudah menunjukan gejala terjangkit Covid-19 seperti demam, pilek, dan sesak napas.

"Kemudian untuk status Suspect corona yaitu orang yang sudah menunjukan gejala terjangkit dan diduga kuat melakukan kontak dengan pasien covid-19. Untuk positif Covid-19 merupakan pasien suspect yang sudah dilakukan pengecekan secara menyeluruh dilaboratorium di Jakarta bahwa seseorang positif terinfeksi Covid-19. Sedangkan untuk Negatif Covid-19 sebaliknya tidak terbukti terinfeksi virus corona," katanya.

Pihaknya juga mengimbau kepada semua pihak agar tidak memberikan informasi yang salah (Hoax) terkait covid-19 ditengah-tengah masyarakat.

"Tidak dibenarkan keluar rumah tanpa urusan yang sangat penting. Perbanyak mengisolasi diri dirumah masing-masing. Jaga pola hidup sehat dan selalu memanfaatkan hand sanitizer yang ada," tutupnya.

(hri/adi)

Berita Terkait

Baca Juga